Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Mengeluh Sakit Perut, Rupanya Ada Gumpalan Rambut
BERITABALI.COM, DUNIA.
Dokter telah mengeluarkan gumpalan rambut besar dari perut seorang gadis berusia lima tahun, yang tidak mau berhenti memakan rambut. Gumpalan besar itu memiliki berat 1,5 kg.
Dikenal sebagai Sindrom Rapunzel, gumpalan rambut, juga disebut trichobezoar, sering disebabkan oleh trichophagia atau makan rambut kompulsif.
Awalnya, gadis itu dibawa ke rumah sakit setelah mengeluh sakit dan bengkak di perutnya, serta kehilangan nafsu makan.
Dokter mengidentifikasi bahwa sumber rasa sakit itu adalah gumpalan rambut raksasa yang tertancap di perutnya.
Orang tua gadis itu mengakui bahwa dia telah memakan rambut selama dua setengah tahun terakhir.
Mereka dilaporkan mencoba menghentikannya dan bahkan terpaksa memotong rambutnya.
Tapi usaha mereka tidak berhasil dan dia malah mulai memakan rambut orang lain.
Dr. Vivek Bhadoo memimpin tim yang terdiri dari lima dokter dalam operasi untuk menghilangkan bezoar besar di sebuah rumah sakit sipil di Chandigarh, India.
Gumpalan rambut itu melengkung dan padat dengan ada bagian kecil berwarna kuning kehijauan yang menempel padanya.
Operasi untuk menghilangkan hairball memakan waktu lebih dari satu jam menurut dokter.
"Kondisi ini terutama terkait dengan orang yang menderita gangguan kejiwaan," kata Dr. Bhadoo.
"Namun, sangat jarang terjadi pada anak-anak. Di seluruh dunia, prevalensinya 0,3persen," ujarnya dilansir laman Mirror, Selasa (6/7/2021).
Dia sekarang dilaporkan dalam kondisi stabil.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1464 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1105 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 951 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 846 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik