Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 23 September 2026
Mengenal Seniman Bali, Maestro Tari Legong Ayu Bulan Trisna
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Anak Agung Ayu Bulan Trisna Jelantik lahir di Deventer Belanda pada tanggal 8 September 1947 adalah cucu Raja Karangasem / putri tertua dari Dr.dr Anak Agung Made Jelantik (Dokter PBB). Beliau dikenal sebagai maestro tari Legong dan penari Bali istana Presiden Bung Karno.
Ayu Bulan Trisna Djelantik adalah seorang maestro tari tradisional Indonesia. Ayu dikenal sebagai maestro tari Legong. Ayu juga berprofesi sebagai dokter spesialis THT dan pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran.
Ayu Bulantrisna Djelantik menggeluti dunia tari bali pertama kali di Puri sang kakek. Kakek dari Bulantrisna bernama Anak Agung Anglurah Djelantik yang merupakan raja terakhir dari Kerajaan Karangasem, Bali. Ia yang mencari dan memanggil guru tari untuk Bulantrisna.
Guru yang dipanggil oleh sang kakek antara lain Bagus Bongkasa dan Gusti Biang Sengog. Bulantrisna kecil mengenal tari tradisional Bali ketika usia 7 tahun dan pada saat usianya menginjak 10 tahun Bulantrisna diundang oleh Presiden Soekarno ke Istana Presiden di Tampaksiring, Gianyar, Bali untuk menghibur para tamu Istana. Mentor utamanya adalah Anak Agung Mandera dan Gusti Made Sengog, penari Legong generasi pertama.
Baca juga:
Awkarin Jalani Melukat di Bali, Jadi Sorotan Netizen
Saat usia 11 tahun, Bulantrisna pernah menari Oleg di Jakarta untuk pertama kalinya. Menurut Bulantrisna menari merupakan pelepasan emosi, kreativitas, kegembiraan, bergerak dengan penuh penjiwaan, dan sebagai sarana berdoa.
Kecintaan Ayu Bulantrisna Djelantik pada tari tak hanya sebatas gerak saja, tetapi ia juga mendirikan bengkel tari yang diberi nama "Ayu Bulan" pada tahun 1994. Salah satu kreasi tari ciptaan yang telah dibuatnya ialah tari Legong Asmarandana.
Tahun 1971 Bulantrisna memutuskan untuk menikah dan berhenti menari. Pada akhirnya setelah menikah Bulantrisna tetap menari ketika melanjutkan studi di Jerman, Belanda dan Belgia.
Sampai saat inipun Bulantrisna tetap aktif menekuni dunia tari bahkan setelah pensiun sebagai pegawai negeri dan staff pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Bandung.
Sang maestro Anak Agung Ayu Bulan Trisna Jelantik meninggal karena sakit Kanker Pankreas dalam usia 74 Tahun pada 24 Februari 2021.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8315 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5745 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3595 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2430 Kali
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar