Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Menlu Lavrov Bicara Soal Peluang Perundingan Rusia-Ukraina di KTT G20
beritabali.com/cnnindonesia.com/Menlu Lavrov Bicara Soal Peluang Perundingan Rusia-Ukraina di KTT G20
BERITABALI.COM, DUNIA.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, membahas peluang memulai kembali perundingan antara negaranya dengan Ukraina. Menurutnya, Ukraina telah membuat kondisinya tidak memungkinkan untuk kembali berunding.
Baca juga:
Logistik WSBK Mandalika Dikirim ke Australia
"Semua masalah ada di pihak Ukraina, yang dengan tegas menolak negosiasi dan mengedepankan kondisi yang jelas tidak realistis," ujar Lavrov kepada wartawan, Selasa (15/11), dikutip AFP.
Lavrov mengatakan dirinya telah mengungkap posisi itu saat bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Ia juga telah menjelaskan posisi Rusia saat berbicara dengan Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Sebagai informasi, pejabat Rusia dan Ukraina telah mengadakan beberapa putaran negosiasi selama tahap awal konflik. Termasuk, pertemuan yang diselenggarakan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan yang berakhir tanpa kesepakatan untuk menghentikan pertempuran.
Bersama PBB dan Turki, Rusia dan Ukraina telah menandatangani kesepakatan untuk membuka blokir beberapa pelabuhan Ukraina. Sehingga memungkinkan untuk ekspor biji-bijian.
Kendati demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut pihaknya tak dapat mengadakan negosiasi damai dengan Moskow selama Putin tetap berkuasa.
"Negara-negara dunia ketiga sangat menyadari bahwa proses ini dihalangi oleh Ukraina, yang termasuk melalui Undang-Undang, dengan dekrit Zelensky, melarang negosiasi dengan Federasi Rusia," kata Lavrov.
"Kami ingin melihat bukti nyata bahwa Barat sangat tertarik untuk mendisiplinkan Zelensky dan menjelaskan kepadanya bahwa ini tidak dapat berlanjut, bahwa ini bukan untuk kepentingan rakyat Ukraina," imbuh dia.
Putin absen dalam gelaran KTT G20 di Bali, Indonesia. Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara G20 Luhut Binsar Pandjaitan menjelaska alasan ketidakhadiran Putin karena ada masalah dalam negerinya yang harus diselesaikan. Kehadiran Putin lalu diwakilkan Sergei Lavrov.
Rusia sudah delapan bulan menginvasi Ukraina. Negara beruang merah itu pun mendapat tekanan dari berbagai negara di dunia.
Diketahui, perang ini telah memberikan dampak kepada masyarakat luas. Contohnya, lonjakan harga pangan dan berdampak pada energi global. Akibatnya, lebih dari jutaan orang jatuh miskin dan sebagian orang mengalami kelaparan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun