Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 2 November 2026
Menparekraf Resmikan 12 Desa Kreatif di Jembrana Bali
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno secara resmi menetapkan Desa Candikusuma di Jembrana, Bali, sebagai desa kreatif. Penetapan Desa Candikusuma sebagai desa kreatif adalah yang pertama menyusul dikeluarkannya Keputusan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kepmen) Nomor KM/107/KD.03/2021 Tahun 2021 tentang Panduan Pengembangan Desa Kreatif.
Dia mengatakan, penetapan desa kreatif ini sebagai upaya untuk mengembangkan dan menggali potensi kreativitas masyarakat desa sehingga menjadi kekuatan dalam upaya pemulihan ekonomi termasuk membuka lebih luas lapangan kerja.
"Kami sangat mengapresiasi upaya ini karena desa kreatif ini menjadi program prioritas kita. Dan di Kabupaten Jembrana ini peluangnya sangat besar, tadi kita melihat produk-produk ekonomi kreatif seperti kuliner dan lainnya," kata Menparekraf Sandiaga dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (24/2/2022).
Menurut dia, desa Kreatif merupakan sebuah kawasan yang terletak di wilayah administratif desa/kelurahan yang masyarakatnya telah mengembangkan produk unggulan di satu atau lebih dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang memberikan nilai tambah dan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi desa.
Selain kuliner, lanjutnya, di Desa Candikusuma juga terdapat potensi ekonomi kreatif subsektor penerbitan. Untuk itu pemerintah akan terus mendorong pengembangan berbagai potensi yang ada.
"Sektor penerbitan ini bisa kita kembangkan dan kami akan kembangkan. Selain destinasi, juga infrastruktur ekonomi kreatif. Kita juga punya program yang bisa kita kerja samakan untuk membangkitkan ekonomi dan membuka peluang usaha dengan terciptanya lapangan kerja," ujar Sandiaga.
Secara khusus Menparekraf Sandiaga mengapresiasi keberpihakan dari Pemkab Jembrana dalam mengembangkan Jegog. Yakni musik gamelan atau kesenian karawitan asli Bali yang dimainkan dengan instrumen yang terbuat dari bambu. Nantinya potensi ini bisa menjadi salah satu yang disuguhkan kepada para tamu atau delegasi Presidensi G20 Indonesia di Bali. (Sumber : Warta ekonomi)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 536 Kali
BNNK Buleleng Temukan 14 Orang Positif Narkotika
Dibaca: 391 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 388 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan