Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 10 Mei 2026
Minyak Tanah di Badung Tembus Rp 8000/Liter
BERITABALI.COM, BADUNG.
Harga minyak tanah di Badung, Denpasar dan sekitarnya kian meroket. Sejak beberapa hari lalu hingga Selasa (21/4) sudah menembus Rp 8.000/liter.
Sejumlah pengecer minyak tanah di Dalung Permai, Kuta Utara, mengakui harga minyak tanah kian langka dan mahal. Mereka mengaku membeli dari pedagang keliling seharga Rp 7.000 sampai Rp 7.500/liter.
“Ya, karena kami beli dengan harga tinggi, apa boleh buat jualnya juga tinggi,” ujar Ibu Wayan seorang pedagang eceran minyak tanah di Perumahan terbesar di Bali itu.
Tak hanya di Dalung, di Denpasar harganya juga sama. Menurut seorang pedagang, Ketut Suri, dia ditawari Rp 7.000/liter dari pedagang keliling.
Karena mahalnya harga, Suri mengaku malas menjualnya kembali.“Saya jadi malas menjual minyak tanah karena untungnya juga tak seberapa. Saya hanya beli untuk keperluan sendiri,” aku Suri yang kebetulan belum memakai kompor gas elpiji.
Salah seorang pengguna kompor minyak tanah, Ade, mengaku kelimpungan dengan melonjaknya harga minyak tanah. “Saya heran, kenapa sih minyak tanah lebih mahal daripada premium. Kalau pun itu kebijakan pemerintah, saya pikir itu perlu diubah, karena tidak pro rakyat,” keluh Ade.
Dari pihak Pertamina Denpasar, beberapa waktu sebelumnya mengatakan, kuota peredaran minyak tanah di Bali memang ditarik secara bertahap seiring pembagian kompor gas elpiji secara gratis bagi masyarakat miskin. Sehingga nantinya harga minyak tanah yang dijual tidak bersubsidi.
Reporter: bbn/sss
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 918 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 767 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 581 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 546 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik