Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Miris, Penyumbang Emas Tinju Bali Mengais Rejeki di Meja Hijau
Selasa, 20 Maret 2018,
17:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar, Di era tahun 1990-an nama Pino Bahari sempat jadi sosok yang dinantikan di setiap ajang tinju. Berbagai medali pun, ia torehkan untuk Bali bahkan untuk Indonesia.
[pilihan-redaksi]
Kini petinju yang dikenal jab mematikan itu tidak lagi terlihat. Siapa sangka, pria berumur 45 tahun ini lebih sering terlihat di Pengadilan Negeri Denpasar. Ternyata, di sela-sela kesibukannya sebagai pelatih untuk Pertina Badung, Pino mencoba mengais rejeki dengan memanfaatkan keahlian bahasa Ingris yang dimilikinya.
Kini petinju yang dikenal jab mematikan itu tidak lagi terlihat. Siapa sangka, pria berumur 45 tahun ini lebih sering terlihat di Pengadilan Negeri Denpasar. Ternyata, di sela-sela kesibukannya sebagai pelatih untuk Pertina Badung, Pino mencoba mengais rejeki dengan memanfaatkan keahlian bahasa Ingris yang dimilikinya.
"Kerjaan sebagai penerjemah kebetulan karena saya banyak kenal para pengacara. Jadi saya mencoba untuk ambil kerjaan ini untuk penerjemah bahasa Ingris dari para terdakwa asing," tutur petinju yang sudah tiga kali menyumbang Emas untuk Bali di PON.
Ditemui di sebuah kantin Pengadilan Negeri Denpasar, Pino mengaku sejauh ini belum melihat perhatian pemerintah untuk atlet tinju berprestasi. Ia berharap agar ke depan ada semacam undang-undang Olahraga yang dapat memperjuangkan para atlet berpreatasi.
"Perhatian pemerintah terhadap para atlet tentu jadi dambaan kita semua khususnya atlet berprestasi. Dengan adanya undang-undang yang mengatur tentang nasib atlet ke depannya, setidaknya ada jaminan masa depan bagi para atlet. Seperti halnya jenjang pensiun bagi atlet berprestasi," harapnya, Selasa (20/3).
[pilihan-redaksi2]
Ia meyakini jika nasib dari atlet terpenuhi Sudah tentu akan lebih mudah dalam meregenerasi atlet di masa mendatang.
Ia meyakini jika nasib dari atlet terpenuhi Sudah tentu akan lebih mudah dalam meregenerasi atlet di masa mendatang.
"Mencari atlet tinju untuk pemula sulit pak. Jika nasib dan karier dari atlet terjamin, saya rasa akan mudah dalam mencari regenerasi," akunya.
Dikenangnya, terakhir di PON 1996 ia sumbangkan emas untuk Bali. Sebelumnya juga pada PON 1993 dan 1989. "Untuk di tingkat Asean Games saya sumbangkan emas pada tahun 90. Semua medali yang saya peroleh saat turun di Kelas Menengah 75 kg," pungkas nya.(bbn/maw/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/maw
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8475 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3650 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026