Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Moderna Klaim Vaksin Booster Ampuh Lawan Varian Delta
BERITABALI.COM, DUNIA.
Moderna mengklaim vaksin booster ampuh meningkatkan antibodi hingga 42 persen melawan varian Delta yang sangat menular. Kasus COVID-19 di Indonesia hingga Amerika Serikat sedang melonjak akibat varian ini.
Dilansir situs WebMD, Jumat (6/8/2021), Moderna menyebut perlindungan vaksin mereka memudar setelah enam bulan ketika melawan tiga varian virus corona: Beta, Gamma, dan Delta. Oleh sebab itu mereka berkata vaksin booster diperlukan.
Pihak Moderna mengklaim vaksin booster memperkuat antibodi sebanyak 32 kali lipat melawan varian Beta, 44 kali lipa melawan varian Gamma, dan 42 kali lipa melawan Delta. Hal itu diungkap Moderna kepada investor berdasarkan studi skala kecil.
Moderna juga berkata vaksinnya masih ampuh melawan kasus parah COVID-19 usai enam bulan setelah suntikan dosis kedua. Sebelumnya, perusahaan Pfizer juga berkata vaksin booster mampu memperkuat antibodi. Meski perlindungan berkurang setelah enam bulan, Pfizer menyebut vaksin dua dosis mereka tetap sangat ampuh melawan varian Delta.
Berdasarkan data Johns Hopkins University, saat ini ada 35,4 juta kasus corona di AS. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyerukan penangguhan booster vaksin untuk COVID-19 setidaknya hingga akhir September.
Kepala WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan jeda akan memungkinkan setidaknya 10% dari populasi di setiap negara untuk divaksinasi. Melansir BBC, Kamis (5/8), sejumlah negara termasuk Israel dan Jerman telah mengumumkan rencana untuk memberikan dosis ketiga.
Tapi Dr Tedros telah memperingatkan adanya negara-negara miskin yang tertinggal. Menurut WHO, negara-negara berpenghasilan rendah hanya mampu memberikan 1,5 dosis untuk setiap 100 orang karena kurangnya pasokan.
Dr Tedros mengatakan bahwa perlu ada pembalikan dan sebagian besar vaksin harus diberikan ke negara-negara berpenghasilan rendah.
"Saya memahami kepedulian semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta. Tetapi kami tidak dapat menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global menggunakan lebih banyak lagi," tambahnya.
Sumber: Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 845 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 773 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 747 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 392 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 379 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun