Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Musim Nikah, Perajin Klangsah di Abiansemal Kebanjiran Pesanan
BERITABALI.COM, BADUNG.
Perajin klangsah (perlengkapan upacara-red) mengalami peningkatan permintaan karena hari baik atau musim pernikahan warga Bali seiring melandainya jumlah kasus Covid-19.
Seperti yang disampaikan perajin klangsah di Abiansemal, Badung, I Ketut Gatra. Ia menuturkan permintaan klangsah sebagian besar selain untuk upacara ngaben, juga dipesan untuk keperluan dekorasi dalam upacara pernikahan.
"Pesanan ramai dikarenakan, adanya orang menikah dan upacara pengabenan pada Februari sampai Agustus. Karena bulan-bulan tersebut merupakan musim kawin," katanya belum lama ini di Abiansemal.
Dia menjelaskan setidaknya untuk keperluan dekorasi dalam upacara pernikahan memerlukan hingga ratusan ikat klangsah.
"Kalau permintaan untuk dekorasi antara 50 ikat sampai 200 ikat Klangsah tergantung permintaan. Satu ikat klangsah berisi 10 lembar dengan harga per lembar Rp5 ribu," jelasnya.
Permintaan klangsah sampai saat ini datang hampir di seluruh Kabupaten di Bali
"Seperti di daerah Tabanan, Ubud, Denpasar bahkan dari daerah Singaraja," ujarnya.
Menurutnya, bahan baku klangsah terkadang sulit didapat saat musim penghujan. Maka itu, pekerjaan mengayam klangsah juga tergantung pada pengiriman bahan bakunya.
Gatra berharap kepada Pemerintah agar perhatian untuk rakyat maupun pelaku usaha kecil seperti dirinya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1972 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1795 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1327 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1204 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah