Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 13 Mei 2026
Nasib Penyadap Nira di Dawan, Tak Semanis Gula Merah Dawan
Jumat, 8 Juni 2018,
16:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Beritabali.com,Klungkung. Spiderman asal Dawan-Klungkung yang bernama Wayan Suka, berprofesi sebagai tukang kiris (penyadap air pohon kelapa/tuak). Kesehariannya menyadap air kelapa dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. Setiap naik menyadap nira ia tidak pernah menggunakan alat pengaman. Nira hasil sadapan tersebut selanjutnya diolah menjadi gula merah yang dikenal dengan gula Dawan.
[pilihan-redaksi]
Menurut Wayan Suka, ia sudah terbiasa memanjat tanpa alat pengaman dan itu juga selama ini dilakukan oleh pemanjat nira lainnya. Keahlian memanjat pohon kelapa didapatkan dari melihat kebiasaan orang tua yang sebelumnya juga sebagai penyadap nila.
Menurut Wayan Suka, ia sudah terbiasa memanjat tanpa alat pengaman dan itu juga selama ini dilakukan oleh pemanjat nira lainnya. Keahlian memanjat pohon kelapa didapatkan dari melihat kebiasaan orang tua yang sebelumnya juga sebagai penyadap nila.
"Cuma ada sembilan pohon yang harus disadap Niranya setiap hari, kalau pagi biasanya dapat satu pohon satu beruk (satu volume batok kelapa) nira" kata pemuda lajang ini ketika ditemui di ladang tempat menyadap di Dusun Kayehan, Kecamatan Dawan, Klungkung pada Kamis (7/6).
Wayan Suka yang kini tinggal hanya bersama sang ibu bertahan hidup dengan bekerja sebagai penyadap nira. Pohon kelapa yang selama ini menjadi disadap untuk menopang hidupnya juga milik tetangga.
[pilihan-redaksi2]
Wayan Suka hanya salah satu dari warga Dawan yang menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai penyadap nira. Jumlah penyadap nira terutama dari kalangan remaja di Dawan juga semakin menurun, karena lebih memilih bekerja ke Denpasar.
Wayan Suka hanya salah satu dari warga Dawan yang menggantungkan hidupnya dari bekerja sebagai penyadap nira. Jumlah penyadap nira terutama dari kalangan remaja di Dawan juga semakin menurun, karena lebih memilih bekerja ke Denpasar.
Sementara harga gula merah Dawan perkilogram saat ini rata rata mencapai di atas Rp. 20.000. Tingginya harga gula merah Dawan terjadi menyusul semakin jarangnya masyarakat yang memproduksi gula merah. Nilai uang diperoleh kemudian, pun juga tidak sebanding dengan risiko penyadap dalam melakukan aksinya.
Akibat tidak menggunakan alat pengaman, pencari Nira mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan hidup. Sebagai catatan, dalam sebulan terakhir terdapat 2 orang meninggal karena jatuh dari pohon kelapa saat menyadap Nira. Namun demikian, toh mereka tetap menyadap walau hujan dan panas terik menyengat, hanya untuk menyambung hidup semata. (bbn/Mul)
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1240 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 964 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 795 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 723 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026