Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Nelayan Nganggur Beralih Profesi
Kusamba
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Angin kencang yang mengakibatkan tingginya gelombang di sejumlah pantai di Bali berimbas pada mata pencaharian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tak hayal, kondisi ini memaksa para nelayan Pantai Kusamba, Klungkung memilih untuk menekuni pekerjaan lain sambil menunggu musim angin kencang berlalu.
Meskipun demikian, saat musim angin kencang seperti sekarang ini, tidak sedikit nelayan yang masih takut untuk melaut. Jika pada musim-musim biasa, ada 125 nelayan yang melaut, kini hanya ada 20 nelayan saja yang melaut.Mereka yang tidak melaut, lebih memilih menjadi buruh bangunan atau buruh tani untuk menghidupi keluarganya.
Salah satu nelayan yang enggan menyebutkan namanya, mengaku enggan melaut mengingat hasil tangkapan pada musim gelombang seperti sekarang ini, tidak banyak.“Buat apa melaut di musim seperti ini? Hasilnya juga tidak sesuai dengan biaya BBM. Selain itu, bahaya juga melaut sekarang ini,” ujarnya kepada Beritabali.com, Rabu (13/2).
Sementara itu, salah satu nelayan asal Desa Negari, Made Mudra mengaku, tetap melaut karena dirinya tidak memiliki keahlian lain selain nelayan.“Saya cuman bisa melaut saja. Kalau mau usaha yang lain, saya kan tidak punya kemampuan. Kalau tidak melaut, siapa yang mau ngasih keluarga saya makan?” keluhnya. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3391 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun