Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Nelayan Nganggur Beralih Profesi
Kusamba
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Angin kencang yang mengakibatkan tingginya gelombang di sejumlah pantai di Bali berimbas pada mata pencaharian masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan. Tak hayal, kondisi ini memaksa para nelayan Pantai Kusamba, Klungkung memilih untuk menekuni pekerjaan lain sambil menunggu musim angin kencang berlalu.
Meskipun demikian, saat musim angin kencang seperti sekarang ini, tidak sedikit nelayan yang masih takut untuk melaut. Jika pada musim-musim biasa, ada 125 nelayan yang melaut, kini hanya ada 20 nelayan saja yang melaut.Mereka yang tidak melaut, lebih memilih menjadi buruh bangunan atau buruh tani untuk menghidupi keluarganya.
Salah satu nelayan yang enggan menyebutkan namanya, mengaku enggan melaut mengingat hasil tangkapan pada musim gelombang seperti sekarang ini, tidak banyak.“Buat apa melaut di musim seperti ini? Hasilnya juga tidak sesuai dengan biaya BBM. Selain itu, bahaya juga melaut sekarang ini,” ujarnya kepada Beritabali.com, Rabu (13/2).
Sementara itu, salah satu nelayan asal Desa Negari, Made Mudra mengaku, tetap melaut karena dirinya tidak memiliki keahlian lain selain nelayan.“Saya cuman bisa melaut saja. Kalau mau usaha yang lain, saya kan tidak punya kemampuan. Kalau tidak melaut, siapa yang mau ngasih keluarga saya makan?” keluhnya. (psk)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5667 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4584 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2520 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2187 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2180 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan