Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur 2026 Jadi Momen Peringatan 100 Tahun Rarud Batur
bbn/dok Panitia Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur/Ngusaba Kadasa Pura Ulun Danu Batur 2026 Jadi Momen Peringatan 100 Tahun Rarud Batur.
BERITABALI.COM, BANGLI.
Momentum sakral Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur tahun 2026 terasa semakin istimewa. Selain sebagai ritual tahunan, upacara ini juga menjadi peringatan seratus tahun peristiwa Rarud Batur yang menjadi tonggak sejarah penting masyarakat Batur.
Desa Adat Batur melaksanakan upacara Bakti Pangodal sebagai bagian dari rangkaian Pujawali Ngusaba Kadasa di Pura Ulun Danu Batur pada Rabu, 1 April 2026. Pada momen tersebut, seluruh pratima dan pralingga Ida Bhatara-Bhatari Sakti Batur diturunkan dari palinggih masing-masing untuk disetanakan di Jero Agung (Bale Pangaruman) di Utama Mandala.
Ngusaba Kadasa tahun Saka 1948 atau 2026 telah berlangsung sejak 20 Maret dan akan berakhir pada 16 April 2026. Puncak upacara digelar saat Purnama Kadasa yang jatuh pada 2 April 2026.
Berdasarkan dudonan karya yang telah ditetapkan, Ngusaba Kadasa 2026 dilaksanakan nyejer selama 11 hari, mulai 1 hingga 12 April 2026. Selama periode tersebut, berbagai rangkaian upacara inti digelar, mulai dari Bakti Pangodal, Bakti Pangangsuh, hingga puncak Ngusaba yang sarat makna spiritual.
Pangemong Pura Ulun Danu Batur sekaligus Manggala Karya, Jero Gede Duhuran Batur, mengimbau umat untuk mengikuti mekanisme yang telah diatur panitia demi kelancaran persembahyangan.
“Ida Bhatari Batur akan nyejer selama 11 hari, untuk umat se-Dharma, silakan untuk memanfaatkan waktu tersebut sembahyang. Terkait hal itu, kami mohon untuk mengikuti arahan panitia, terutama dalam hal lalu lintas dan keamananan selama Ngusaba Kadasa,” katanya.
Ia juga menyoroti tantangan klasik dalam pelaksanaan upacara, yakni keterbatasan lahan parkir di kawasan pura yang setiap tahun dipadati pemedek.
Secara filosofis, Ngusaba Kadasa merupakan ritual yang berkaitan dengan kesuburan dan keseimbangan alam. Dalam berbagai lontar seperti Usana Bali dan Rajapurana Pura Ulun Danu Batur, disebutkan bahwa Ida Bhatari Dewi Danuh memiliki peran penting dalam menjaga unsur prakerti Pulau Bali.
“Mari bersama-sama memohon tuntunan ke Ida Bhatari Batur, semoga Bali dapat senantiasa damai dan sejahtera,” katanya.
Selain aspek spiritual, panitia juga menaruh perhatian pada isu lingkungan. Jero Penyarikan Duuran Batur mengungkapkan pihaknya telah menerapkan pararem adat, termasuk pembatasan penggunaan plastik.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk berperan aktif menjaga kebersihan wewidangan Ida Bhatari selama Ngusaba Kadasa. Kami tidak lagi menyediakan plastik untuk memohon tirta Ida Bhatari. Oleh karena itu, para bakta dimohon untuk membawa sendiri tempat tirta yang bisa dipakai berulang kali,” tegasnya.
Seratus Tahun Peristiwa Rarud Batur
Ngusaba Kadasa 2026 juga menjadi ruang refleksi sejarah, bertepatan dengan seratus tahun peristiwa Rarud Batur, yakni relokasi Desa Batur akibat letusan Gunung Batur pada tahun 1926.
“Pada Ngusaba Kadasa tahun 2026, kami turut memperkuat narasi tentang Rarud Batur sebagai bentuk perenungan dan mengenang peristiwa seabad silam. Hal ini dicerminkan melalui berbagai piranti upacara dan dekorasi di kawasan pura,” katanya.
Berbagai simbol budaya ditampilkan, termasuk figur baris Batur seperti Baris Jojor, Baris Gede, hingga Baris Dadap, yang merepresentasikan semangat perjuangan masyarakat Batur.
Dekorasi upacara juga direkonstruksi dari visual masa lalu, termasuk persembahan tematik yang menggambarkan Dewa Wisnu, Dewi Sri, serta Garuda Wisnu Kencana sebagai simbol kemakmuran.
Selain itu, panitia menghadirkan pameran visual yang merekam perjalanan 100 tahun Rarud Batur. Dokumentasi ini ditampilkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pada foto-foto yang kami pamerkan di jaba sisi, jabaan, dan jaba tengah merekam bagaimana dinamika perkembangan Batur dari masa ke masa, terutama dalam seratus tahun terakhir. Visual-visual ini kami tampilkan sebagai media edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda agar literer dengan dinamika kebudayaan Batur,” jelasnya.
Panitia juga menyediakan videotron yang menampilkan narasi kebudayaan Batur, mulai dari sejarah pura hingga dokumentasi aktivitas adat.
Ketua Panitia Rarud Batur, Guru Nengah Santika, menyebut puncak peringatan akan dilaksanakan pada Agustus 2026, menyesuaikan dengan catatan sejarah letusan Gunung Batur pada 3 Agustus 1926.
“Menurut sejumlah catatan, letusan dahsyat Gunung Batur yang melahap seluruh pusat permukiman Desa Batur kuno terjadi pada 3 Agustus 1926. Pengungsian dilakukan sejak tanggal 4 Agustus 1926, di mana pratima dan pralingga akhirnya disetanakan di Desa Bayunggede selama dua tahun,” kata dia.
Ia menambahkan, pada tahun 1928 masyarakat Batur mulai menempati lokasi baru, hingga akhirnya Pura Ulun Danu Batur selesai di-plaspas pada tahun 1935 sebagai simbol kehidupan baru masyarakat Batur.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5851 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4604 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2569 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2212 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2198 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan