Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 1 November 2026
Pabrik Pengolahan Ikan Buang Limbah ke Laut Pengambengan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sejumlah pabrik pengolahan ikan di desa Pengambengan Jembrana Bali, membuang limbahnya ke laut. Akibat pencemaran ini, warga sekitar mengeluhkan gatal gatal jika menyentuh air yang telah tercemar limbah pabrik.
Meskipun sudah dilarang agar tidak membuang limbah kelaut, namun kenyataannya sejumlah pabrik pengolahan ikan membuang limbahnya secara terang terangan ke laut. Limbah yang dibuang ke pantai Pengambengan tersebut diduga tidak melalui penyaringan limbah atau Ipal di pabrik.
Limbah pabrik ikan ini menimbulakn bau busuk dan menyengat. Hal ini terbukti di salah satu pabrik pengolahan ikan yang membuang limbahnya langsung ke laut.
Kondisi ini membuat sejumlah nelayan dan warga setempat mengeluhkan keberadaan limbah ini. Salah satu warga yang berprofesi sebagai pencari sisik ikan dan minyak ikan di areal tersebut, merasa gatal-gatam badannya jika menyentuh air yang sudah tercampur limbah.
"Badan saya langsung gatal-gatal kena air limbah dari pabrik itu,"jelas Asmani, warga setempat.
Terkait dengan limbah pabrik yang dibuang ke laut ini, Kepala Pelabuhan Perikanan Nusantara, Suprapto mengatakan, pihaknya sudah selalu melakukan pembinaan serta sosialiasi kepada pemilik pabrik, untuk tidak membuang limbahnya ke laut secara langsung.
"Kita sebenarnya sudah melakukan sosialisasi dan melarangnya, karena jika membuang limbahnya ke laut tanpa melalui proses penyaringan atau ipal maka ekosistem ikan di laut akan terganggu,"ujar Suprapto, Kepala PPN Pengambengan.
Hingga hari ini, pembuangan limbah ke laut yang dilakukan sejumlah pabrik masih terjadi. Rencananya dinas lingkungan hidup dan sat pol pp Jembrana akan melakukan sidak ke sejumlah pabrik yang membuang limbahnya ke laut.
Reporter: bbn/net
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan