Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pabrik Tepung di Pengambengan Nyaris Hangus Terbakar
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Sebuah Pabrik Tepung di Dusun Muara Ketapang, Desa Pengambengan, Kecamatan Negara, Jembrana nyaris terbakar Kamis (09/12/2021) pagi.
Penyebabnya diduga kelalaian dari pekerja saat melaksanakan renovasi bagian atap pabrik tepung ikan Dwipa Mina Nusantara.
Dari informasi yang berhasil dihimpun, pabrik tepung ikan tersebut sedang melaksanakan pekerjaan cat ulang atap besi.
Salah satu pekerja Elias Sugiantoro (32) asal Pasuruan menceritakan, pihaknya mengerjakan las atap gudang pabrik sekitar pukul 09.30 WITA dan kaget mengetahui tiner dan cat yang berada di bawah kantor pabrik terbakar dan api mulai membesar.
"Melihat ke bawah ternyata tinner dan cat terkena percikan api las dari atas saat teman saya memperbaiki atap gudang. Saya langsung memanggil teman-teman untuk ikut memadamkan api," terangnya.
Pemilik Pabrik Tepung Ikan PT. Dwipa Mina Nusantara Bayu Budi Setiawan mejelaskan, upaya pekerjaan ini merenovasi gudang dan mengakibatkan percikan api jatuh ke bahan tinner dan cat.
"Dan syukurlah gerak cepat memadamkan api sehingga tak melebar," ujarnya.
"Akibat kejadian ini pihaknya mengalami kerugian material bangunan sekitar 15 juta rupiah dan tidak ada korban jiwa," tutup Bayu.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3447 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 922 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 845 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun