Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Paguyuban Transport di Desa Kendran Berkontribusi ke Desa Adat

Selasa, 17 Januari 2023, 15:11 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Paguyuban Transport di Desa Kendran Berkontribusi ke Desa Adat.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Desa Kendran membentuk paguyuban transportasi untuk melayani 4 hotel besar di wilayah desa Kendran, Kecamatan Tegallalang. Paguyuban telah menjalin kerjasama untuk melayani tamu di 4 hotel jika hendak bepergian. 

Keberadaan paguyuban transportasi ini telah memberikan kontribusi bagi desa adat. Anggota peguyuban kepitu Transport, I Dewa Gede Mudita atau yang biasa dipanggil Dewa Dit, menyatakan Kepitu ini bertujuan memfasilitasi 4 hotel besar di Kendran. 

“Misalnya ada tamu mau kemana, dia order terus hotel order ke kita. Deal harga sudah ditentukan. Kami dapat tamu, dapat voucher, sebulan baru ditukar,” ujarnya, Selasa (17/1).

Ide muncul dari pioneer mereka, karena Kendran masuk daerah pariwisata. “Terbentuk 2013. Pertama kumpul dulu disini, karena perkembangan jaman, akhirnya terbentuk ini,” ujarnya di markas Kepitu.

Respons hotel sangat bagus. Kerjasama ini ada agreement resmi, dengan rate harga, syarat standar hotel. “Mobil yang penting bersih,” ujarnya.
Untuk jalur trayek seluruh Bali. “Yang tersering ke Ubud center. Kami ambil Rp 100 ribu,” ujarnya.

Kepada desa adat, diberikan persentase 5 persen. Dan jika ada piodalan di pura, sudah pasti diback up oleh Kendran Kepitu Transport. “Misalnya mendak peranda, ngiring peranda, tidak perlu khawatir tentang mobil, kami siap ngayah,” ujarnya.

Kini, anggota paguyuban yang aktif sebanyak 15 stand by siap mengambil pekerjaan. “Standar mobil Innova dan Avanza. Harganya bersaing. Kami harus berani ambil dengan harga sama karena saingan taksi online. Kami berusaha memuaskan pelanggan,” ujarnya.

Kalau tur Rp 550 ribu. Terjauh ke Lovina Rp 800 ribu. Kontribusi ke desa adat Rp 3,5 juta per bulan. “Hampir Rp 50 jutaan per tahun ke desa adat. Itu dalam keadaan belum pulih, masih pandemi,” jelasnya.

Pihaknya bertujuan mensejahterakan anggotanya. “Anggota sejahtera, kan bisa sumbang ke adat. Astungkare tiap hari, dua kali dapat keluar,” jelasnya.

Untuk dukungan Jero Bendesa, menyambut positif. Pihaknya berharap agar seluruh masyarakat mendukung upaya mereka. “Kawasan disini bagus, investor jangan dipersulit. Untuk pemerintah, jalan terutama, jalan diperbaiki,” ujarnya.

Kepada grup, agar solidaritas. “Memang sekarang sudah solid,” ungkapnya. 

Selama berusaha, secara pribadi, pendapatan kotor yang diterima saat ramai Rp 5-10 juta per bulan. “Sistem kami pakai voucher. Dan hampir semua driver stand by di posko. Setiap mengantarkan tamu kembali antre,” tutup dia.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/gnr



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami