Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pansus TRAP DPRD Bali Setop Sementara Pembangunan di Bali Handara
BERITABALI.COM, BULELENG.
Panitia Khusus Tata Ruang dan Aset Pemerintah (Pansus TRAP) DPRD Provinsi Bali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan Bali Handara Golf and Resort, Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Kamis (22/1).
Dalam sidak tersebut, Pansus TRAP menghentikan sementara proses pembangunan sejumlah bangunan di kawasan wisata tersebut.
Sidak ini dilakukan menyusul beredarnya video viral yang menuding Bali Handara menjadi penyebab terjadinya banjir di Desa Pancasari. Dari hasil pantauan di lapangan, rombongan Pansus TRAP yang dipimpin I Made Supartha lebih dahulu meninjau saluran irigasi di wilayah Banjar Dinas Lalanglinggah, Desa Pancasari. Kedatangan Pansus disambut puluhan warga dan sempat diwarnai perdebatan.
Sejumlah warga menyebut video berdurasi 2 menit 29 detik yang diunggah akun @Pilar Bali bukan dibuat oleh masyarakat Desa Pancasari. Warga juga menjelaskan, saluran irigasi selebar enam meter yang dipersoalkan dalam video tersebut bukan dibangun oleh pihak Bali Handara, melainkan hasil gotong royong masyarakat.
Usai meninjau saluran irigasi, Pansus TRAP melanjutkan sidak ke area Bali Handara. Di lokasi tersebut, melalui Satpol PP Provinsi Bali, Pansus menghentikan sementara pembangunan tiga unit bangunan serta sebuah jalan. Penghentian dilakukan karena pembangunan dinilai belum mengantongi izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).
Ditemui usai sidak, Ketua Pansus TRAP DPRD Bali, I Made Supartha, menyebut pemberhentian pembangunan dilakukan lantaran pihak Bali Handara belum dapat menunjukkan dokumen PBG dan KKPR. Padahal, progres pembangunan disebut telah mencapai lebih dari 60 persen.
"Banyak aturan yang dilanggar, perubahan zona sudah masif. Ke depan bagaimana Bali tidak dirusak oleh investor agar tetap lestari dan menarik. Kami bukan anti-investor, kami hanya menjalankan fungsi pengawasan,” ujar Supartha.
Ia menegaskan, apabila pihak manajemen Bali Handara dapat melengkapi serta menunjukkan seluruh perizinan yang dibutuhkan, maka proses pembangunan dipastikan dapat dilanjutkan kembali. Temuan dalam sidak ini juga akan dibahas lebih lanjut melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) dalam waktu dekat.
Sementara itu, General Manager Bali Handara, Shan Ramdas, menegaskan bahwa pihaknya bukan penyebab terjadinya banjir di Desa Pancasari. Menurutnya, banjir terjadi akibat hujan deras yang turun selama dua hari berturut-turut sehingga debit air dari hulu meningkat drastis.
"Saya sudah 11 tahun di sini, kalau hujan dua hari terjadi secara berturut-turut, daerah sini selalu banjir. Jadi menurut saya, bagaimana caranya buat drainase yang bisa menampung air yang debitnya besar. Karena drainase yang ada sekarang mengecil akibat pembangunan jalan dan toko-toko. Permasalahannya di sana," jelasnya.
Terpisah, Perbekel Desa Pancasari, Wayan Komiarsa, menilai sidak Pansus TRAP DPRD Bali merupakan langkah yang baik agar para investor yang masuk ke wilayahnya tetap taat pada aturan yang berlaku. Namun, ia berharap Pansus juga menggali fakta sebenarnya terkait penyebab banjir yang terjadi.

Wawancara khusus dengan Ketua Pansus TRAP Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Bali, I Made Supartha di saluran youtube Berita Bali Channel pada 27 Januari 2026 berjudul Praktik Culas Perizinan dan Tata Ruang di Bali Mulai Terbongkar
"Kami tidak akan klarifikasi secara pribadi, biarlah nanti lembaga DPRD yang memberikan penjelasan terkait masalah yang diberitakan hampir di semua platform media. Mudah-mudahan nanti Pansus mengundang pihak-pihak yang ingin tahu tentang Desa Pancasari, biar nanti Pansus yang melaksanakannya," katanya.
Komiarsa menjelaskan, saluran irigasi yang dipermasalahkan dalam video viral tersebut dibangun oleh warga pada tahun 2023 dengan anggaran yang bersumber dari CSR Bali Handara. Saluran tersebut mengalirkan air ke saluran primer yang saat ini sedang dibangun oleh Dinas PUTR Kabupaten Buleleng dengan anggaran lebih dari Rp800 juta.
Selain itu, Pemkab Buleleng juga akan melanjutkan pembangunan tahap kedua berupa pembuatan sodetan dengan anggaran sebesar Rp1,5 miliar.
"Jadi sebenarnya sudah ada solusi. Cuma memang bertahap, ada proses disitu. Tapi kalau itu (saluran irigasi) dipermasalahkan oleh oknum yang membuat video, kami siap menutup saluran itu. Tetapi kami meminta kepada pihak yang menyalahkan itu, untuk mencarikan solusi. Kami simple saja," tegasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3795 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang