Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Papan Reklame Raksasa Tumbang di India, Empat Tewas
BERITABALI.COM, DUNIA.
Sebuah papan reklame raksasa runtuh dan menewaskan empat orang di Kota Mumbai, India pada Senin (13/5).
Insiden yang terjadi saat badai dahsyat menerjang itu juga menyebabkanya sedikitnya 60 orang luka-luka.
Papan reklame itu runtuh di sebuah pompa bensin di timur kota dan menjebak puluhan orang di bawahnya.
"Sejauh ini, 60 orang telah diselamatkan dari lokasi kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Empat orang tewas," kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Mumbai seperti dilansir AFP.
Berdasarkan unggahan Kepolisian Mumbai di platform X (dahulu Twitter) yang dikutip AFP, papan reklame itu berukuran 70 x 50 meter.
Sejak Kamis lalu, kota pusat keuangan India itu dilanda angin kencang disertai hujan dan badai debu. Imbasnya, pepohonan tumbang hingga menyebabkan pemadaman listrik singkat di beberapa bagian kota, serta gangguan pada jaringan kereta api kota.
Beberapa media lokal melaporkan sejumlah penerbangan dihentikan sementara di bandara internasional kota itu dan sedikitnya 15 pesawat dialihkan.
Wakil Kepala Menteri Negara Bagian Maharashtra Devendra Fadnavis mengatakan korban luka dirawat di Rumah Sakit Rajawadi.
Sebuah "penyelidikan tingkat tinggi telah diperintahkan atas insiden tersebut," ujar Fadnavis dalam sebuah unggahan di X. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 342 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 273 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun