Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Paus Minke Muncul di Lovina, Diduga Dampak El Nino

Selasa, 21 April 2026, 16:02 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Paus Minke Muncul di Lovina, Diduga Dampak El Nino.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Kemunculan seekor paus di perairan laut Lovina, Kabupaten Buleleng, Bali, menjadi perhatian publik setelah videonya viral di media sosial, Senin (21/4/2026).

Mamalia laut berukuran besar tersebut diduga merupakan paus minke atau paus tombak (Balaenoptera acutorostrata), yang jarang terlihat di perairan utara Bali.

Dalam video yang beredar, paus tampak muncul ke permukaan, memperlihatkan bagian punggung dan siripnya sebelum kembali menyelam. Lokasi kemunculan disebut berada di kawasan laut Lovina yang dikenal sebagai destinasi wisata lumba-lumba.

Peneliti oseanografi, Gede Iwan Setiabudi, mengungkapkan bahwa identifikasi sementara mengarah pada jenis paus minke berdasarkan ciri fisik yang terlihat.

“Dari ukuran dan bentuk siripnya, kemungkinan besar paus minke. Itu yang paling mendekati dari karakteristik yang terlihat di video,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa paus minke umumnya hidup di perairan dingin dan hanya melintas di wilayah Indonesia sebagai bagian dari jalur migrasi. Kemunculan di perairan Lovina dinilai tidak lazim dan diduga akibat paus tersebut keluar dari jalur migrasi.

“Kalau sampai masuk ke perairan Lovina, kemungkinan paus ini keluar dari jalur migrasi atau tersesat,” jelas dosen Jurusan Kelautan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja tersebut.

Menurutnya, hingga kini belum ada catatan kemunculan paus minke di wilayah Buleleng. Sebelumnya, jenis paus lain seperti paus pilot beberapa kali terlihat, bahkan sempat terdampar di kawasan tersebut.

Iwan juga menduga kemunculan paus ini berkaitan dengan perubahan kondisi oseanografi akibat fenomena El Nino yang kerap disebut “El Nino Godzilla”.

“Kenaikan suhu laut bisa mengubah pola arus dan distribusi nutrisi. Ini yang kemudian memengaruhi jalur migrasi dan perilaku mamalia laut, termasuk paus,” jelasnya.

Perubahan kondisi laut tersebut dinilai memungkinkan spesies seperti paus minke bergeser dari jalur migrasi normalnya dan masuk ke wilayah yang tidak biasa seperti perairan Lovina.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami