Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 27 Mei 2026
PBB Sentil Elon Musk Usai Jadi Bos Twitter
BERITABALI.COM, DUNIA.
Komisaris Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) Volker Turk menyentil salah satu orang terkaya dunia Elon Musk setelah menjadi pemilik baru raksasa media sosial Twitter. Turk mendesak Musk tetap memperhatikan hak asasi manusia terutama soal kebebasan berekspresi dan berpendapat di Twitter.
Turk menyampaikan kritik itu dalam sebuah surat setelah Musk berencana melakukan perubahan pada Twitter. Dalam surat tersebut, Turk mengatakan Twitter merupakan bagian revolusi global yang mengubah cara orang berkomunikasi.
"Saya menulis dengan keprihatinan dan ketakutan soal area digital publik dan peran Twitter di dalamnya," kata Turk pada Sabtu (5/11), seperti dikutip Reuters.
Sebagaimana perusahaan pada umumnya, menurut Turk Twitter perlu memahami bahaya yang terkait dengan platform dan mengambil langkah untuk mengatasinya.
"Seperti semua perusahaan, Twitter perlu memahami bahaya yang terkait dengan platformnya dan mengambil langkah untuk mengatasinya. Demi menghormati hak asasi manusia kita bersama harus menetapkan pagar pembatas untuk penggunaan dan evolusi platform," kata Turk.
"Singkatnya, saya mendesak Anda untuk memastikan hak asasi manusia menjadi pusat pengelolaan Twitter di bawah kepemimpinan Anda," ujar pejabat tinggi PBB itu menambahkan
Akhir Oktober lalu, Elon Musk resmi mengakuisisi Twitter. Tak lama setelahnya, ia memecat sekitar 50 persen karyawan perusahaan berlambang burung biru itu.
Beberapa yang dipecat yakni CEO Twitter Parag Agrawal, pejabat tinggi lain, tim hak asasi manusia, tim aksesibilitas, dan tim etika kecerdasan buatan.
Menanggapi pembelian Twitter oleh Musk, Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyampaikan kekhawatiran terkait platform ini.
"Sekarang yang kita khawatirkan Elon Musk membeli bisnis yang menyebarkan kebohongan di seluruh dunia," kata Biden akhir pekan lalu.
Biden sebelumnya telah menyampaikan soal perlunya mengurangi ujaran kebencian dan informasi yang salah. Sementara itu, Musk berjanji bakal memulihkan kebebasan berbicara sembari mencegah Twitter menjadi platform penuh kebohongan.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 2189 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 2056 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1526 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1410 Kali
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli