Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 19 Mei 2026
Pejabat AS Ragu Israel Bisa Invasi Gaza Usai Direstui PM Netanyahu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemerintah Amerika Serikat ragu Israel bisa menginvasi Jalur Gaza usai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu siap memberi hijau pasukan meluncurkan serangan darat.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin menekan Israel perlu pertimbangan cermat terkait cara mereka menginvasi Gaza. Sebab, Hamas punya jaringan terowongan yang rumit di bawah wilayah padat penduduk.
Pernyataan itu terungkap saat dia berbicara via telepon dengan Menhan Israel Yoav Gallant pada Senin (23/10).
Dalam pembicaraan tersebut, kata pejabat AS, Austin memberi contoh pertempuran di Kota Mosul, Irak, pada 2016. Ketika itu, dia kepala pusat komando AS.
"Hal pertama yang harus diketahui setiap orang, dan saya pikir semua orang juga mengetahuinya, adalah bahwa pertempuran di perkotaan sangatlah sulit," kata Austin dikutip New York Times.
Para pejabat AS juga disebut khawatir bahwa invasi di Gaza bisa menyebabkan banyak nyawa melarang.
Selain itu, mereka cemas militer Israel belum punya peta jalan jalur jelas untuk mencapai tujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam memberantas Hamas.
Dalam percakapan dengan para pejabat Israel sejak serangan Hamas pada 7 Oktober, para pejabat Amerika mengatakan mereka belum melihat rencana tindakan yang bisa dicapai Israel.
Pejabat pemerintahan Biden juga bersikeras bahwa AS belum memberi tahu Israel apa yang harus dilakukan dan masih mendukung invasi darat.
Menanggapi isu itu, diplomat Israel mengatakan pemerintah AS menolak memberi saran ke mereka soal invasi ke Gaza.
"AS tak menekan Israel dalam hal ini untuk operasi darat," kata diplomat itu.
Namun, Pentagon telah mengirim Marinir bintang tiga, Letjen James Glynn, dan perwira lain untuk membantu Israel dalam perang.
Seorang pejabat Pentagon mengatakan bahwa pengerahan Jenderal Glynn tak berarti sebagai bentuk keputusan untuk Israel. Jenderal Glynn, kata pejabat itu, tak akan berada di Israel jika invasi ke Gaza dimulai.
Israel berencana menginvasi Gaza usai meminta penduduk pindah dari wilayah itu. Operasi ini bertujuan untuk melenyapkan Hamas dari daerah yang dikuasai selama beberapa tahun terakhir.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1585 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1196 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1044 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 915 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah