Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Pelaku Pedofilia Ancam Lapor Balik
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Warga Negara Australia, Grandfield Philip Robert alias Philip (61) melalui Pengacaranya Ketut Suartana, Sabtu (9/8) malam mengancam akan melaporkan balik para korban pencabulan terkait aksi pemerasan yang dilakukan para pelajar tersebut.
"Saya akan melaporkan balik pelapor, karena saya melihat ada unsur pemerasan dalam kasus ini sehingga bisa sampai ke tangan polisi, sebab dari keterangan klien kami menyebutkan, pelapor atau korban datang sebanyak tiga kali untuk meminta uang dan handphone, permintaan itu tidak dipenuhi sehingga mengancam korban akan melaporkan pencabulan tersebut," ungkap Ketut Suartana.
Laporan balik terhadap pelapor AR (18) direncanakan akan dilakukan Philip melalui pengacaranya." Saat ini, saya masih mengumpulkan bukti dan saksi untuk menguatkan laporannya nanti. Rencananya, laporannya itu akan disampaikan Senin besok (11/8)," ujar Suartana.
Adanya sejumlah dugaan pemerasan yang dilakukan oleh para korban Warga Aussie tersebut muncul saat pengacara Ketut Suartana bertemu dengan Philip di Mapolres Buleleng.
Hingga kini, pengembangan kasus pedofilia yang dilakukan polisi telah mengidentifikasi adanya beberapa korban lagi dalam kasus pencabulan yang dilakukan pelaku Philip.
Dalam pemeriksaan lanjutan, disebut-sebut jumlah korban telah mencapai tujuh orang yang sebagian besar masih di bawah umur dan masih duduk di bangku sekolah. (sas)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 343 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 275 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 219 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun