Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 1 November 2026
Pembebasan Lahan Diwarnai Pemukulan
Jagaraga
Kamis, 3 Juli 2008,
21:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Pembebasan tanah di Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan, yang bakal digunakan untuk lahan Monumen Perang Jagaraga berbuntut pada aksi pemukulan seorang warga setempat. Kasus ini kemudian dilaporkan ke Mapolsek Sawan.
Aksi penganiayaan dengan pemukulan di Desa Jagaraga terjadi pada lahan tanah yang dibebaskan untuk pembangunan Monumen Perang Jagaraga. Korban Gede Muliawan (58) melaporkan Komang Kertia (50) telah melakukan pemukulan saat melakukan pengukuran lahan pembebasan tanah.
-uKasus penganiayaan tersebut sedang ditanggani Unit Reskrim Polsek Sawan, sebab korban mengalami luka setelah dianiaya pelaku, saat melakukan pengukuran tanah yang akan dibebaskan untuk monumen,- ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Mapolsek Sawan menyebutkan, pemukulan yang dilakukan pelaku Komang Kertia terhadap korban Gede Muliawan lantaran salah paham hingga menyebabkan ketersinggungan terkait pengukuran tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan Monumen Perang Jagaraga.
-Motifnya ini mungkin salah paham dan ini masih kita lakukan pendalaman,- ujar Sudirsa.
Dalam kasus penganiayaan yang melibatkan dua saudara kandung itu terkait perselisihan keluarga selam ini, sebab tanah yang akan dibebaskan oleh Pemkab Buleleng untuk membangun Monumen Jagaraga merupakan tanah warisan keluarga. (sas)
Aksi penganiayaan dengan pemukulan di Desa Jagaraga terjadi pada lahan tanah yang dibebaskan untuk pembangunan Monumen Perang Jagaraga. Korban Gede Muliawan (58) melaporkan Komang Kertia (50) telah melakukan pemukulan saat melakukan pengukuran lahan pembebasan tanah.
-uKasus penganiayaan tersebut sedang ditanggani Unit Reskrim Polsek Sawan, sebab korban mengalami luka setelah dianiaya pelaku, saat melakukan pengukuran tanah yang akan dibebaskan untuk monumen,- ungkap Perwira Humas Polres Buleleng, Kompol I Made Sudirsa.
Berdasarkan hasil pemeriksaan di Mapolsek Sawan menyebutkan, pemukulan yang dilakukan pelaku Komang Kertia terhadap korban Gede Muliawan lantaran salah paham hingga menyebabkan ketersinggungan terkait pengukuran tanah yang akan dibebaskan untuk pembangunan Monumen Perang Jagaraga.
-Motifnya ini mungkin salah paham dan ini masih kita lakukan pendalaman,- ujar Sudirsa.
Dalam kasus penganiayaan yang melibatkan dua saudara kandung itu terkait perselisihan keluarga selam ini, sebab tanah yang akan dibebaskan oleh Pemkab Buleleng untuk membangun Monumen Jagaraga merupakan tanah warisan keluarga. (sas)
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026