Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 27 September 2026
Pemkot Melarang Penggunaan Sound System Saat Pawai Pengerupukan
Kamis, 8 Maret 2018,
16:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com.Denpasar. Guna menciptakan ketertiban dan mempertahankan ciri budaya Bali saat malam pangerupukan, Pemerintah Kota Denpasar melarang seluruh sekaa teruna dan komunitas masyarakat menggunakan Sound System.
[pilihan-redaksi]
Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan budaya Bali termasuk tetap menggunakan alat musik tradisional Bali yang dimainkan oleh sekaa truna di Kota Denpasar. Hal tersebut disampaikan Plt. Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara saat ditemui di Denpasar beberapa waktu lalu.
Hal tersebut dilakukan untuk mempertahankan budaya Bali termasuk tetap menggunakan alat musik tradisional Bali yang dimainkan oleh sekaa truna di Kota Denpasar. Hal tersebut disampaikan Plt. Walikota Denpasar IGN. Jaya Negara saat ditemui di Denpasar beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut Jaya Negara menambahkan, bahwa penggunaan sound system saat pawai pengrupukan dirasa mengurangi makna, karena bagaimanapun akan lebih baik menggunakan alat musik tradisional Bali, dan hal tersebut sekaligus diharapkan mampu menjaga kondusifitas.
“Memaknai hari suci ini tentu harus dengan bijaksana, saya rasa masyarakat sudah sangat sadar akan hal itu, kreatifitas anak muda juga sangat luar biasa, hanya saja Pemerintah memiliki kewajiban untuk mengingatkan,’’ ungkapnya.
Sebagai kota yang berwawasan budaya, Jaya Negara mengajak semua masyarakat Kota Denpasar terutama kepada sekaa teruna serta komunitas yang akan mengikuti dan melakukan prosesi pengarakan ogoh-ogoh agar ikut menjaga ketertiban dan keamanan masing-masing.
Lebih lanjut Jaya Negara mengajak masyarakat untuk menjaga spirit Hari Suci Nyepi yang digunakan sebagai momentum mulat sarira dan mampu mengendalikan diri, sehingga tidak terjerumus melakukan hal-hal yang bersifat negatif yang dapat memancing timbulnya suasana yang kurang harmonis.
“Mari kita jaga bersama dan lakukan prosesi ogoh-ogoh ini dengan tertib sehingga tidak menimbulkan gesekan antar pengusung ogoh-ogoh, sehingga tidak menodai kesucian hari raya Nyepi ini,” ujarnya.
Terlebih di tahun 2018 yang merupakan tahun politik ini, ia berharap sekaa teruna maupun komunitas-komunitas yang ada tetap menjaga kondusifitas dan menghindari konflik antar banjar maupun komunitas. Selain itu, masyarakat juga dihimbau untuk tidak mengkonsumsi minuman keras maupun obat-obatan terlarang.
Jaya Negara berharap iring-iringan ogoh-ogoh ini menggunakan gamelan Bali, sehingga prosesi dapat berjalan dengan hikmat dan tertib. Untuk itu diharapkan peran para kelian banjar, bendesa pakraman, pecalang, serta kades dan lurah agar ikut mengawasi warga masyarakatnya, sehingga pelaksanaan prosesi pengarakan ogoh-ogoh dan malam pangerupukan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
"Peran dari tokoh-tokoh masyarakat adat ini sangat kami harapkan untuk ikut membantu dan mengawasi prosesi ini di samping dari aparat Kepolisian, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Denpasar,’’ ujarnya.
[pilihan-redaksi2]
Sementara, Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram menambahkan bahwa Pemkot Denpasar melarang penggunaan Sound System, mengingat penggunaan alat musik tradisional layaknya gambelan Bali sudah menjadi ciri khas dan budaya yang adihulung.
Sementara, Kadisbud Kota Denpasar, IGN Bagus Mataram menambahkan bahwa Pemkot Denpasar melarang penggunaan Sound System, mengingat penggunaan alat musik tradisional layaknya gambelan Bali sudah menjadi ciri khas dan budaya yang adihulung.
Menurut Mataram, Musik Tradisional yang dimaksud yakni Baleganjur, Tektek, dan berbagai jenis alat musik yang bericirikan kebudayaan Bali. “Kami berharap malam Pangerupukan tahun 2018 menjadi kegiatan yang mencerminkan kebudayaan Bali,” harapnya.
Dalam kesempatan tersebut pihaknya juga telah melakukan kordinasi dengan semua elemen termasuk Pecalang Desa. Hal ini dalam rangka mengambil tindakan tegas jika masih ada kelompok atau STT yang dalam proses mengarak ogoh-ogoh menggunakan alat musik yang tidak mencerminkan kearifan lokal Bali. (bbn/rlsdps/rob)
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8475 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5825 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3650 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
05
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026