Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 25 Oktober 2026
Pendaftaran Lomba Ogoh-ogoh di Jembrana Dibuka, Hadiah Juara I Rp32,5 Juta
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemerintah Kabupaten Jembrana melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) resmi membuka pendaftaran parade lomba ogoh-ogoh menjelang Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948. Pendaftaran dimulai sejak 20 Januari dan akan berlangsung hingga 14 Februari 2026.
Ajang tahunan ini terbuka bagi seluruh Sekaa Teruna Teruni (STT) di Gumi Makepung. Panitia mengimbau seluruh STT di Kabupaten Jembrana untuk ikut berpartisipasi dengan melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan dan barcode yang telah disiapkan.
Kepala Bidang Adat, Tradisi, dan Warisan Budaya Disparbud Jembrana, I Gede Suartana, mengatakan pendaftaran lomba ogoh-ogoh sudah bisa diakses sejak dua hari terakhir. Ia meminta setiap STT segera mempersiapkan seluruh dokumen persyaratan agar tidak terkendala saat proses verifikasi.
“Kami imbau kepada seluruh STT untuk mulai mempersiapkan berkas yang diperlukan,” kata Suartana saat dikonfirmasi, Kamis (22/1).
Suartana menjelaskan, besaran subsidi pembuatan ogoh-ogoh pada tahun ini masih sama seperti tahun sebelumnya, yakni sebesar Rp2,5 juta untuk setiap STT yang memenuhi syarat. Selain itu, STT yang lolos sebagai perwakilan kecamatan akan memperoleh dana pementasan sebesar Rp10 juta dan berhak bersaing memperebutkan total hadiah lomba senilai Rp60 juta.
“Khusus Juara I, total dana yang bisa diterima mencapai Rp32,5 juta,” ujarnya.
Ia berharap dukungan anggaran tersebut dapat memacu semangat serta kreativitas para sekaa teruna teruni dalam menciptakan karya ogoh-ogoh yang berkualitas. Menurutnya, perkembangan ogoh-ogoh di Jembrana dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan, baik dari sisi artistik maupun makna.
“Komitmen pimpinan daerah juga agar para Sekaa Truna Truni semakin kreatif dan inovatif. Tidak sekadar membuat, tapi memiliki filosofi,” tegasnya.
Disparbud Jembrana juga menyoroti masih adanya STT yang belum memanfaatkan subsidi pemerintah pada tahun sebelumnya. Pada 2025, dari sekitar 280 STT yang terdata, hanya sekitar 220 STT yang memenuhi persyaratan administrasi. Sejumlah STT tidak dapat menerima bantuan karena tidak memiliki kepengurusan aktif maupun kelengkapan dokumen.
Untuk tahun ini, panitia kembali menegaskan agar seluruh peserta mematuhi ketentuan teknis seperti pada pelaksanaan sebelumnya. Ogoh-ogoh wajib dibuat dari bahan ramah lingkungan, dengan tinggi minimal 3 meter dan maksimal 4 meter. Selain itu, tema karya dilarang mengandung unsur politik maupun SARA.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5732 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4587 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2545 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2194 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2185 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan