Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Pendakian Gunung Agung Ditutup Sementara Saat Pujawali di Pura Pasar Agung
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Menjelang berlangsungnya Pujawali Purnama Kelima 2025 di Pura Pasar Agung Besakih Giri Tohlangkir, Desa Adat Sebudi, Kecamatan Selat, Karangasem, aktivitas pendakian gunung dihentikan sementara waktu.
Informasi diperoleh, penutupan sementara aktivitas pendakian dilakukan selama upacara berlangsung, yakni mulai tanggal 2 hingga 16 November 2025 mendatang.
Menurut Seksi Publikasi dan Informasi Pura Pasar Agung, I Wayan Suara Arsana, penutupan pendakian dilakukan demi menjaga kesucian pelaksanaan karya yang digelar selama 11 hari tersebut.
“Selama upacara berlangsung, seluruh jalur pendakian menuju puncak Gunung Agung akan ditutup. Kami sudah berkoordinasi dengan para pemandu wisata agar tidak ada aktivitas pendakian selama periode tersebut,” kata Suara Arsana.
Ia menegaskan, imbauan ini juga berlaku bagi wisatawan maupun masyarakat umum yang biasa mendaki Gunung Agung. Langkah ini diambil untuk menghormati prosesi keagamaan serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama pelaksanaan karya.
“Pujawali ini adalah momen sakral bagi umat, sehingga kami berharap semua pihak ikut menghormati dengan tidak melakukan pendakian hingga upacara selesai,” tandasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun