Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 5 Agustus 2026
Penemuan Orok Tanpa Kepala Gegerkan Warga Pendem Jembrana
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penemuan sesosok orok bayi perempuan menghebohkan warga lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana. Kondisi orok bayi tersebut sangat memprihatinkan, dimana kondisi jenazah bayi malang ini tanpa kepala dan kedua tangannya. Diduga bagian tubuh lainnya dimakan oleh anjing milik warga.
Warga lingkungan Dewasana, Kelurahan Pendem, Jembrana, heboh, pasca penemuan orok bayi perempuan di halaman rumah warga bernama Wayan Windra. Saat ditemukan, kondisi orok bayi berkelamin perempuan hanya tinggal bagian perut serta kedua kakinya saja. Saat ditemukan, jasad bayi tergeletak di halaman rumah warga. Diduga jasad orok bayi malang ini dibawa oleh anjing peliharaan warga.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Kota Negara Jembrana. Orok bayi tersebut kemudian langsung dibawa ke rumah sakit umum negara guna keperluan pemeriksaan oleh dokter.
"Hasil pemeriksaan sementara, orok perempuan tersebut diperkirakan memiliki panjang 46 centimeter dan berat 2,5 kilogram. Orok tersebut diperkirakan sudah meninggal tiga hari yang lalu,"jelas Kompol Made Prihenjagat, Kapolsek Kota Negara. Untuk mengungkap kasus ini, petugas buser Reskrim Polres Jembrana masih melakukan penyidikan, serta memburu ibu dari bayi malang ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 919 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 883 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 800 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 469 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 401 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun