Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Pengawasan Dinas PU diperketat
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kordinator Komisi C DPRD Jembrana, Nengah Nersen, yang ditemui beritabali mengaku prihatin akan kondisi ini. Hal tersebut diperburuk lagi karena dana pembangunan proyek berasal dari APBD Jembrana.“Ada saja yang kami temukan, terutama penggunaan besi.
Kalau penggunaan material seperti yang tercantum dalam bestek tidak dipenuhi, kualitasnya jelas tidak memadai. Perencanaan, termasuk penggunaan ukuran besi, itu kan sudah berdasar perhitungan kekuatan bangunan, jelasnya.
Menurut penilaiannya, sebagian besar proyek tidak memenuhi standarisasi yang ditetapkan. Sebut saja misalnya keadaan proyek GOR Melaya yang kondisinya memprihatinkan.
“Finishing proyek buruk. Ini dapat dilihat dari adanya ketidaktepatan antara ukuran daun pintu yang dipasang dengan kusen yang tersedia. Akibatnya, ini menimbulkan celah sebesar 1,5 centimeter sampai 2 centimeter. Mungkin disebabkan kadar air yang terkandung dalam bahan kayu yang digunakan masih tinggi,†ujarnya.
Untuk itu, Nersen menilai pengawasan oleh Dinas PU diperketat sehingga tidak menimbulkan ruang gerak bagi rekanan untuk bermain-main. Dengan cara ini diharapkan proyek di tahun 2007 berkualitas tinggi.
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3882 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2713 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2018 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1956 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1797 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun