Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengerajin Mengeluh Kayu Albesia Langka

Kamis, 13 November 2008, 15:11 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BANGLI.

Sejumlah pengerajin yang yang ada di Desa Suter Kintamani mengeluh terkait sulitnya mendapatkan atau membeli bahan baku kerajinan berupa kayu albesia. Akibat fenomena itu banyak pengerajin terancam tidak bisa bekerja.

 

Sejak dua bulan lebih para pengerajin kesulitan mendapatkan bahan baku berupa kayu albesia,“ ujar masyarakat Desa Suter, I Made Suradnya, Kamis (13/11).

Ungkap Suradnya, sebagian besar masyarakat desa suter selain pertanian juga mengandalakan hidup dari sektor kerajinan. Dimana hasil kerajinan tersebut sebagian besar di pasarkan ke daerah Ubud Gianyar.Sekitar 40 persen masyarakat Suter menggeluti kerajinan,“ ujarnya seraya menambahkan bahwa kini sebagian besar pengerajin tidak dapat beroperasi karena terbentur bahan baku yang sulit didapat .

Menurutnya dulu para pengrajin masih bisa mendapatkan bahan baku berupa kayu albesia di sekitaran desa Suter , namun semenjak terserangnya pohon albesia dari penyakit gondok banyak petani enggan menanam pohon albesia serta dampak dari beroperasinya pabrik somil di Desa Pengotan juga sangat berpengaruh, karena sebagian besar petani menjual kayu tersebut ke perusahan itu.

 

Suradnya berharap besar kepada Pemkab Bangli yakni untuk mencarikan solusi agar kelangkaan bahan baku tersebut dapat ditanggulangi .

Untuk merangsang petani agar mau kembali menanam albesia, pihak Pemkab harus memberikan pelatihan dan cara menghilangkan hama gondok yang menyerang tanaman albesia,” harap Suradnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sas



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami