Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengerupukan Festival 2026 Buleleng Usung Parade 14 Ogoh-Ogoh

Selasa, 20 Januari 2026, 16:16 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Pengerupukan Festival 2026 Buleleng Usung Parade 14 Ogoh-Ogoh.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BULELENG.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng kembali akan menggelar Pengerupukan Festival 2026 sebagai rangkaian menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Festival budaya ini dipusatkan di Desa Adat Buleleng dengan menghadirkan parade ogoh-ogoh dari 14 banjar adat setempat.

Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, Gede Dody Sukma Oktiva Askara, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp210 juta untuk mendukung pelaksanaan festival tersebut. Dana itu dialokasikan kepada 14 banjar adat dan dapat dimanfaatkan untuk pembuatan ogoh-ogoh, latihan tari, hingga pementasan.

“Jadi masing-masing desa adat akan diberikan Rp 15 juta, dipotong pajak. Festival ini tidak disertai dengan lomba. Hanya difokuskan untuk parade saja, karena keterbatasan anggaran," jelasnya, Selasa (20/1).

Meski tanpa lomba, Dody menegaskan semangat para Yowana di masing-masing banjar adat tetap tinggi. Mereka disebut telah berkomitmen menampilkan ogoh-ogoh terbaik, bahkan diharapkan mampu melampaui kualitas karya pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Lebih lanjut, Dody menyampaikan Pengerupukan Festival dirancang sebagai agenda tahunan. Ke depan, festival ini ditargetkan dapat diusulkan masuk dalam Karisma Event Nasional (KEN). Untuk tahun 2027, lokasi pelaksanaan direncanakan berpindah ke titik nol Kota Singaraja yang dinilai memiliki ruang lebih luas dan suasana baru.

"Festival ini baru dua kali kami lakukan, pada tahun ketiga kemungkinan sudah bisa diajukan menjadi KEN. Tahun depan di titik nol, karena venuenya lebih luas dan suasananya baru. Sehingga festivalnua bisadikemas dengan kegiatan seni yang lebih banyak,” ujarnya.

Sementara itu, Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menyampaikan bahwa dalam festival ini masing-masing banjar adat diberikan kebebasan dalam menentukan bentuk maupun ukuran ogoh-ogoh yang akan ditampilkan. Adapun tema yang diusung tetap mengarah pada pesan keseimbangan lingkungan sebagai bagian dari nilai-nilai kearifan lokal Bali.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/rat



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami