Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Penjualan Lukisan di Galeri Minus Selama Pandemi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Terimbas pandemi Covid-19, kondisi usaha galeri lukisan mengalami penurunan penjualan hingga mencapai titik nol bahkan minus.
Pelaku industri galeri sekaligus penggemar lukisan, Hendra Dinata mengatakan meski demikian tentu dirinya tetap bertahan dengan cara melakukan pengelolaan dengan sebaik-baiknya agar terhindar aksi gulung tikar.
"Dari Maret sampai saat ini, sama sekali tidak ada penjualan lukisan di galeri. Dilihat dari dampaknya menurut saya, seluruh aspek berdampak saat ini, bukan hanya galeri saja. Bahkan, jika dilihat untuk galeri penjualannya turun sangat drastis bahkan sampai minus," jelas pria yang akrab disapa Sinyo ini.
Untuk menyiasatinya, pihaknya menutup biaya operasional galeri dari biaya keuntungan sebelumnya.
"Keuntungan sebelumnya dipakai terlebih dahulu, agar mampu menutupi pengeluaran selama pandemi berlangsung yang sampai saat ini tidak pernah tahu sampai kapan akan berakhir," ujarnya.
Selain itu, dalam kondisi saat ini, dia tetap melakukan pembenahan, pembersihan galeri, lahan sampai dengan merapikan lukisan-lukisan. Ia mengakui sebelum adanya pandemi Covid-19 peminat lukisan di galeri beragam, selain lokal juga dari mancanegara seperti salah satunya dari Eropa.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8478 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5827 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3652 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2480 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar