Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Perkuat Keamanan Wisatawan, A-PAD Dorong Integrasi Data Pariwisata dan Peringatan Dini

Rabu, 6 Mei 2026, 13:39 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi/dok Beritabali.com/Perkuat Keamanan Wisatawan, A-PAD Dorong Integrasi Data Pariwisata dan Peringatan Dini.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

A-PAD Indonesia bersama para pemangku kepentingan lintas sektor menyelenggarakan workshop bertajuk “Pengembangan Peta Jalan Integrasi Data dan Informasi Pariwisata Berbasis Masyarakat dengan Sistem Peringatan Dini Bencana”.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat keselamatan wisatawan melalui integrasi sistem informasi pariwisata dan kebencanaan.

Workshop ini dilatarbelakangi oleh masih terpisahnya sistem informasi pariwisata dan sistem peringatan dini, serta belum optimalnya penyampaian informasi kebencanaan kepada wisatawan. Padahal, destinasi unggulan Indonesia berada di wilayah dengan risiko bencana tinggi.

Project Leader MoFA 2026, Anton R. Purnama, menegaskan pentingnya perubahan pendekatan dalam penyampaian informasi kebencanaan.

“Kita tidak kekurangan data. Yang kita hadapi adalah kesenjangan dalam menyampaikan informasi tersebut agar benar-benar sampai dan dipahami oleh wisatawan,” ujarnya belum lama ini.

Ia menambahkan bahwa integrasi ini bukan sekadar penggabungan sistem, tetapi transformasi cara komunikasi risiko.

“Informasi kebencanaan harus hadir di platform yang sudah digunakan wisatawan, bukan menunggu mereka mencari. Di situlah kunci keselamatan,” tegasnya.

Dari sisi pemerintah daerah, BPBD Provinsi Bali menekankan bahwa keselamatan wisatawan merupakan bagian tak terpisahkan dari kualitas layanan destinasi.

“Keamanan bukan lagi pelengkap dalam pariwisata, tetapi fondasi utama. Destinasi yang aman akan lebih dipercaya dan berdaya saing,” ungkap perwakilan BPBD Provinsi Bali.

Diskusi selama workshop mengungkap sejumlah tantangan utama, mulai dari rendahnya literasi kebencanaan, fragmentasi data antar lembaga, hingga kurangnya sistem yang ramah pengguna. Namun di sisi lain, Indonesia memiliki modal kuat berupa ketersediaan data, infrastruktur digital, serta jejaring komunitas yang aktif.

Peserta juga menyoroti pentingnya pendekatan berbasis pengalaman wisatawan (tourist journey), di mana informasi disampaikan sesuai fase perjalanan.

“Wisatawan tidak butuh informasi yang rumit, mereka butuh informasi yang cepat, jelas, dan bisa langsung ditindaklanjuti,” menjadi salah satu penekanan dalam diskusi peserta.

Sebagai hasil utama, workshop ini menyepakati pengembangan platform digital terintegrasi berbasis aplikasi yang menghubungkan informasi pariwisata dengan sistem peringatan dini secara real-time. Sistem ini akan dirancang multibahasa, inklusif, dan mudah diakses oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, disusun pula peta jalan pengembangan sistem dengan target implementasi dalam 18 bulan, mencakup tahap perencanaan, pengembangan, uji coba, hingga implementasi dan sosialisasi.

Menutup kegiatan, A-PAD Indonesia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan sistem ini.

“Ketangguhan destinasi tidak bisa dibangun oleh satu pihak. Ini adalah kerja bersama pemerintah, industri, komunitas, dan masyarakat,” ujar tim A-PAD Indonesia.

Melalui inisiatif ini, diharapkan Indonesia dapat menghadirkan destinasi wisata yang tidak hanya menarik, tetapi juga aman, tangguh, dan terpercaya di tingkat global.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/jun



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami