Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Petani Subak Namparan Gianyar Mengeluh Penyaluran Pupuk Bersubsidi Lambat
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Petani di Subak Namparan, Desa Pejeng Kawan, Kecamatan Tampaksiring mengeluh sistem penyaluran pupuk subsidi di Gianyar. Saat ini, petani terkendala dengan lambatnya distribusi pupuk ke pertanian.
Hal itu diungkapkan salah satu petani, Anak Agung Alit. Saat istirahat usai bertani di Warung Ibu Nyoman Reni, Banjar Sala, Desa Pejeng Kawan, Agung Alit menyampaikan unek-uneknya selama bertani. “Penyaluran pupuk lambat,” ujarnya, Rabu (26/4).
Kondisi itu berdampak pada pola tanam yang dilakukan. Seharusnya cepat menerima pupuk dan cepat melakukan tahapan bertani. “Keterlambatannya sampai beberapa hari,” ujarnya.
Keluhannya itu pun telah disampaikan kepada Babinsa Pejeng Kawan Koramil 1616-03/Tampaksiring, Koptu I Wayan Budiawan. Saat melaksanakan anjangsana dan silaturahmi dengan para petani Subak Namparan, Budiawan pun mencatat keluhan petani.
“Terkait dengan penyaluran bantuan pupuk bersubsidi dari Pemerintah dimana sampai saat ini untuk penyaluran sementara berjalan dengan baik, meski datangnya pupuk kadang terlambat beberapa hari karena terkendala masalah pengiriman dari distributor,” jelasnya.
Dia juga berharap agar pihak distributor bisa mendengar keluh kesah petani. “Agar tetap dikoordinasikan dengan distributor supaya pengirimannya tepat waktu,” ungkapnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1472 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1111 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 955 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 849 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik