Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 17 Mei 2026
Petinju Cilik dari Jembrana Ini Bertekad Menjadi Profesional
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Petinju cilik Reihan Khalid Syahbani, 10 tahun, dari Dusun Munduk Desa Pengambengan Kecamatan Negara, Jembrana mulai masuk sasana tinju ketika usia 9 tahun di Ijo Gading Boxing Camp.
Selain menggeluti tinju, ia juga ikut pencak silat. Walau masih masuk dalam tahap eksebisi, tapi langkahnya jadi petinju profesional adalah impiannya.
Reihan Khalid Syahbani bercerita, hobi yang digeluti sama sekali tidak ada yang mengikuti jejak ayah atau ibunya bahkan kakaknya. Cholid sang ayah yang menekuni usaha potong rambut, malah mendukung keinginan anak dan lebih positif dimasukan ke sasana tinju dan kamp silat dekat dengan rumah.
"Latihan setiap sore pada Senin, Rabu, dan Jumat di pasar ijo Gading lantai 3 dengan pelatih yang memang sudah punya nama. Sejak dini ingin menjadi petinju profesional akan tetapi tentu ini butuh perjuangan dan dukungan dari segala lini yang kini ada di Kabupaten Jembrana," ujarnya.
Umiyati sang ibu kesehariannya hanya menjual jamu dan warung jajanan mengatakan, sungguh tak menyangka anaknya terjun ke dunia tinju. Awalnya keluarga tak mendukung, tetapi ketika tampil di ring dan saat latihan justru mereka menilai hobinya perlu dibina dan dikembangkan agar bernilai positif.
"Ikut eksebisi sudah 2 kali, yang pertama di Banyuwangi melawan petinju Denpasar saat itu kalah angka. Dan waktu itu baru pertama kali naik ring. Dan saat pertarungan eksebisi yang kedua melawan Karangasem dengan skor draw," ungkapnya.
Cholid sang ayah menjelaskan, sebenarnya para petinju-petinju cilik seperti saat ini terutama di Jembrana masih minim peminatnya. Untuk melatih stamina dan kekuatan tubuh, Reihan diwajibkan lari pagi 2 hari sekali dengan jarak tempuh 4 km.
Reihan yang saat ini duduk di bangku Kelas 5 di SDN 1 Pengambengan mengungkapkan walau belum mendapat ranking di kelas, namun prestasi di dunia olahraga memerlukan dukungan dan bimbingan lebih baik. Tujuannya agar mampu melahirkan atlet-atlet tinju yang bisa mencapai ke tingkat profesional.
"Tekun dan bersikukuh ingin menjadi petinju profesional bahkan ingin melanglang buana sampai ke luar negeri. Selain latihan di sasana di rumah juga disiapkan samsak dan sarung tinju. Ia bahkan dapat hadiah dari pamannya berupa sepatu tinju. Idola favorit petinjunya ialah Gervonta Davis yakni petinju asal Amerika yang meniti karir sangat gemilang di dunia tinju," tutupnya.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1493 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1127 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 972 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 860 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik