Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 14 Agustus 2026
Petir Robohkan Meru Tumpang 9 di Pura Pedarman Arya Gajah Para Besakih
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Bangunan Meru Tumpang Sembilan di Pura Pedarman Arya Gajah Para, kawasan Pura Agung Besakih, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, roboh setelah tersambar petir pada Minggu (11/1/2026).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum roboh, sambaran petir terlebih dahulu mengenai bagian atap meru hingga memicu kebakaran. Api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh atap bagian atas bangunan suci tersebut, hingga akhirnya menyebabkan meru tumpang sembilan ambruk.
Bendesa Adat Besakih, Jro Mangku Widiarta, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan, saat kejadian kondisi cuaca di wilayah Desa Besakih dan sekitarnya sedang diguyur hujan.
"Ya benar, kejadiannya sekitar pukul 14.00 WITA, yang tersambar petir itu bangunam meru tumpang sembilan," ujarnya dikonfirmasi.
Selain Meru Tumpang 9 yang ludes terbakar, pelinggih Menjangan Saluang yang berada di dekat bangunan meru juga ikut terdampak dan terbakar. Diketahui, meru tumpang sembilan tersebut merupakan bangunan baru yang masih dalam tahap pembangunan.
Saat kejadian, bangunan meru tersebut belum dipelaspas karena proses pembangunan Pura Pedharman masih terus berlangsung di kawasan Pura Agung Besakih, Karangasem.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2323 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1968 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun