Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 16 September 2026
Petugas RSUD Kasar Perhadap Pasien
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sikap kasar oknum petugas RSUD Tabanan dikeluhkan pasien RSUD Tabanan. Keluhan itu diungkapkan oleh Ketut Sukanada orang tua pasien Ni Luh Budi Astuti asal Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan.
Tidak ada pelayanan rumah sakit yang gratis, jelas Sukanada menirukan pernyataan salah satu petugas RSUD Tabanan yang menanganinya.
Pernyataan itulah yang membuatnya kesal, terlebih ketika anaknya yang akan menunggu proses melahirkan dikenai biaya. Padahal menurutnya ada program JKBM ( Jaminan Kesehatan Bali Mandara).
Karena merasa diberikan pelayanan yang tidak baik, Sukanada kemudian menyatakan keluhan itu kepada angggota DPRD
Tabanan yakni Putu Agus Ekananda dan I Gede Rimayasa.
Kedua legislator asal Kecamatan Pupuan ini, Senin (11/10) langsung menemui Direktur RSUD Tabanan dr Gde Wiryana Patra Jaya.
Bersama Sukanada, Ekananda dan Rimayasa kemudian diterima di ruang Direktur RSUD Tabanan untuk meminta
penjelasan dari direktur RSUD Tabanan.
Direktur RSUD Tabanan Gde Wiryana Patra Jaya, langsung memerintahkan dr Agus Bintang Suryadi bagian pelayanan RSUD Tabanan untuk menelusuri permasalahan yang dihadapi oleh Ketut Sukanada.
Mengenai biaya yang dikenakan kepada pasien Ni Luh Budi Astuti anak dari Ketut Sukadana, seluruh biaya yang dikenakan adalah biaya untuk obat bayi karena tidak diganggung oleh JKBM.
Bintang menjelaskan, pasien atas nama Ni Luh Budi Astini masuk ke RSUD Tabanan tanggal 29 Sepember 2010. Astini datang dengan kondisi pecah ketuban lebih dari 24 jam.
Pasien datang dengan resiko tinggi sehingga dilakukan tindakan operasi,jelas dr Bintang.
Pengaruh dari pecah ketuban itulah, membuat bayi harus mendapatkan obat khusus yang tidak ditanggung oleh JKBM.
Biaya obat untuk si bayi lah yang harus ditanggung pasien, karena tidak dijamin dalam JKBM, tegas Bintang.
Dikatakannya, hingga Senin kemarin atau selama 13 hari dirawat di RSUD Tabanan, pasien hanya dikenai biaya obat yang harus dibayar pasien sekitar Rp 900 ribu.
Sementara itu Direktur RSUD Tabanan dr Gde Wiryana Patra Jaya menegaskan, program JKBM tidak menjamin seluruh penyakit yang diderita pasien. Ia mencontohkan operasi usus buntu biasa dengan usus buntu komplikasi tidak semua ditanggung. Yang hanya ditanggung JKBM adalah operasi usus buntu biasa.
Jadi kami meminta masyarakat juga memahaminya dan bukan semua penyakit ditanggung JKBM, jelasnya.
Terkait dengan pelayanan salah satu pegawai RSUD Tabanan yang kurang berkenan, ia meminta maaf dan kedepan ia akan berusaha memberikan pelayanan yang lebih baik lagi bagi masyarakat. (nod)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5446 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3453 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2300 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1098 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan