Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 14 September 2026
Piodalan di Pura Luhur Tanah Lot, Warga Diimbau Hindari Pasang, Ini Jadwalnya
BERITABALI.COM, TABANAN.
Pada Rabu, (18/1) atau Buda Wage Langkir Piodalan di Pura Luhur Tanah Lot mulai digelar selama empat hari hingga Sabtu, (21/1). Bagi masyarakat yang ingin sembahyang di Pura Luhur diharapkan menghindari pasang air laut.
“Untuk persembahyangan sudah dibebaskan. Tidak ada pembatasan lagi,” kata pengempon Pura Luhur Tanah Lot I Putu Toni Wirawan.
Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan oleh pihak pengelola objek wisata Tanah Lot jika masyarakat ingin sembahyang di Pura Luhur sebaiknya menghindari sembahyang pada pagi hari. Kecuali pada pada Rabu, (18/1) ombak laut diprediksi mulai surur Pukul 07.00 Wita hingga Pukul 10.00 WITA.
Air laut akan diprediksi pasang mulai Pukul 11.00 WITA hingga Pukul 22.00 WITA. Selain hari Rabu, ombak diprediksi surut mulai Pukul 12.00 WITA dan pada Sabtu surut mulai Pukul 14.00 WITA hingga Pukul 18.00 WITA.
“Jika memang tidak bisa tangkil ke Pura Luhur, kan masih bisa lewat Pura Penyawangannya di bawah,” ujar Toni.
Namun, menurut Toni prediksi dari pihak manajemen pengelola Tanah Lot tidak bisa sepenuhnya akurat. Karena jadwal ini melihat dari aplikasi yang biasanya digunakan oleh penjaga pantai.
“Kadang ada saja melesetnya. Tapi jika melihat jadwal ini lebih baik memang meaturan siangnya jika ingin ke Pura Luhur,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tab
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3386 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 1750 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 804 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan