Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Pipis Sembarangan, Pria Mabuk Tewas Dikoyak Hiu
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria mabuk tewas dikoyak hiu ketika kencing di dalam air saat sedang berkumpul dengan temannya di pantai Brasil. Pria 51 tahun bernama Marcelo Rocha Santos ini kehilangan tangan dan sebagian kaki.
Menyadur The Sun Rabu (14/07), Santos dilarikan ke rumah sakit di kota sebelah, Recife dan dinyatakan tewas di sana. Peristiwa ini terjadi Sabtu siang hari di pantai Piedade, Jaboatao dos Guararapes, Brasil.
Pantai ini memang dikenal sebagai titik serangan hiu, karena terbuka dan tidak dilindungi oleh terumbu karang. Penjaga pantai tidak dapat mencegah serangan itu.
Saksi mata Edriano Gomes mengatakan Santos masuk ke air sekitar pukul 2 siang, ketika cuaca mendung dan laut berombak. "Teman saya yang berada di laut bersama orang yang diserang," kata Gomes.
"Tiba-tiba, dia melihat pria itu berjuang. Ada banyak darah di dalam air."
Orang lain yang juga berada di dalam air,Ademir Sebastiao da Silva mengatakan orang itu masuk ke air untuk kencing, karena pantai tidak memiliki kamar mandi.
“Saya berada di sampingnya dengan air setinggi pinggang kami,” kata Sebastiao da Silva.
Meskipun tidak diketahui jenis hiu apa yang menyerangnya, para ahli mengatakan kemungkinan itu adalah hiu banteng (Carcharhinus leucas) atau hiu macan (Galeocerdo cuvier).
Serangan hiu juga lebih sering terjadi pada musim ini karena hujan membuat laut lebih keruh.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 768 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 696 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 381 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 328 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun