Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 11 Juni 2026
Pokdarwis Sumbersari Rawat Objek Wisata Desa Swadaya
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Dampak pandemi covid-19 yang sudah 1,5 tahun terjadi benar berdampak pada sektor pariwisata. Apalagi pemerintah pusat sudah memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga berlevel-level.
PPKM tersebut mengatur agar semua tempat destinasi wisata di Bali agar ditutup. Tentunya hal tersebut sangat merugikan pihak pengelola tempat wisata. Seperti yang dialami oleh salah satu tempat wisata yang berada di Desa Sumbersari Kecamatan Melaya Jembrana.
Pihak pengelola destinasi wisata saat ini masih berupaya dan selalu berusaha untuk tetap merawat objek wisata dengan harapan setelah pandemi berakhir bisa tetap eksis menjadi destinasi kunjungan wisatawan.
Pengelola destinasi wisata Karang Impian Beach Swing dan Camping Ground Passih yaitu Kelompok Wisata (Pokdarwis) Dusun Sumbersari I Ketut Subanda mengatakan, sejak pandemi covid-19 melanda kunjungan wisatawan lokal diakuinya menurun sangat drastis, bahkan lebih parah lagi selama sebulan tidak ada kunjungan sama sekali.
”Untuk kita bertahan dalam mengelola tempat wisata ini dengan cara swadaya anggota kelompok dalam melakukan perawatan,” ujar Ketut Subanda Sabtu, 10 September 2021.
Subanda menambahkan, sejak adanya pembatasan kegiatan masyarakat tempat wisata yang dikelolanya aktivitasnya dihentikan sementara. Sementara selama pembatasan tersebut pihaknya tetap memelihara destinasi wisata yang dikelolanya dengan swadaya dari anggota.
“Jika saat dibuka lagi, sedikitnya jika ada pengunjung yang berwisata tidak sampai mengecewakan. Kami tidak ingin terjadi seperti itu,” ujarnya.
Sambil menunggu pembukaan pariwisata, selain melakukan perawatan destinasi wisata yang dikelola, promosi tetap dilakukan mulai dari media sosial dan media promosi lainnya.
”Selama PPKM sesuai dengan aturan tempat wisata ditutup sementara. Namun untuk menjaga kebersihan tempat wisata tersebut, kami bersama 18 orang anggota berkomitmen menjaga aset wisata satu satunya di desa kami meskipun itu memerlukan anggaran tetapi kami berkomitmen melakukan itu dengan cara bergotong royong,” imbuhnya.
Diharapkan, pemberlakukan PPKM level 4 segera berakhir sehingga aktivitas di sektor pariwisata khususnya di Kabupaten Jembrana mulai bergairah.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli