Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Polisi Bongkar Prostitusi Online di Tabanan

Libatkan Anak di Bawah Umur

Kamis, 28 Oktober 2021, 19:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Polisi Bongkar Prostitusi Online di Tabanan.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Satreskrim Polres Tabanan membongkar prostitusi online dengan menggunakan aplikasi media sosial. 

Polisi juga menangkap sang muncikari, Khomsatun Hasanah (28) perempuan asal Lumajang, Jawa Timur di sebuah tempat Kos di Desa Delod Peken, pada Minggu (17/10). 

Salah satu korban dari Khomsatun Hasanah adalah sepupunya inisial F (15) yang masih di bawah umur. Dalam kasus ini pelaku menggunakan aplikasi di media sosial untuk menawarkan perempuan, dengan tarif yang dipatok mulai Rp250-500 ribu.

Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra pada Kamis (28/10) saat rilis kasus mengatakan, kasus prostitusi online ini mencuat lantaran informasi dan kecurigaan masyarakat, di salah satu tempat kos tersebut kerap terlihat laki-laki keluar masuk kamar. 

Polisi langsung melakukan penyelidikan, kurang lebih selama empat hari hari kasus akhirnya bisa terungkap.

"Dalam kasus ini, kami amankan satu orang pelaku selaku muncikari dan satu korban anak di bawah umur. Sebenarnya ada dua anak binaan pelaku, namun satunya lagi sudah dewasa usia 33 tahun. Kami tekankan disini kasus anak di bawah umurnya," ujar AKBP Ranefli Dian Candra.

Korban F oleh pelaku awalnya diajak bekerja di Bali untuk berjualan es. Dimana pada bulan Juli 2021 lalu, pelaku yang awalnya tinggal di wilayah Denpasar ini sempat pulang kampung ke Jawa Timur. 

Saat di kampung itulah, pelaku menawarkan pekerjaan kepada ST atau temannya. Termasuk juga mengajak korban F yang merupakan anak putus sekolah.

Sayangnya setelah sampai di Bali kurang lebih 2 minggu pelaku justru mempekerjakan F dan ST sebagai pekerja seks komersial lewat aplikasi Michat. 

"Awalnya mereka ini kerja di Denpasar, lantaran sepi pelanggan, mereka pindah lokasi ke Tabanan," terangnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/tab



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami