Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Polisi di Gianyar Buru Lansia Miskin, Ini yang Diserahkan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Kepolisian Sektor Gianyar menyalurkan bantuan paket sembako dari PT. Kutus Kutus kepada warga kurang mampu di Desa Petak dan Desa Diangan, Jumat (23/9) siang.
Penyaluran bantuan paket sembako berupa 5 Kg beras, 1 Liter minyak goreng, 3 bungkus mie instan, 1 Kg Gula pasir dan 1 bungkus kopi bubuk dengan menyasar langsung ke rumah warga yang berhak menerimanya.
Kapolsek Gianyar Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H. disela sela kegiatan mengatakan bahwa pihaknya menyalurkan bantuan sembako dari PT. Kutus Kutus kepada masyarakat kurang mampu.
"Hari ini kita menyalurkan bantuan paket sembako dari PT. Kutus Kutus kepada warga masyarakat kurang mampu" ucapnya.
Menurutnya, dengan situasi ekonomi saat ini ditambah pasca kenaikan BBM mengakibatkan kebutuhan ekonomi menjadi tinggi dan pihaknya terus berupaya membantu masyarakat.
"Kita ketahui bersama situasi ekonomi masyarakat saat ini cukup sulit apalagi ditambah kenaikan harga BBM tentunya harga kebutuhan pokok pun ikut naik oleh karena itu kita berupaya menyalurkan sembako walaupun nilainya tidak banyak namun sedikit tidaknya dapat meringankan beban warga," jelasnya.
Kapolsek berharap, situasi ekonomi cepat pulih sehingga situasi kembali normal seperti semula.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3430 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1313 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 844 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun