Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Polisi Kelabakan Biaya Identifikasi Darah
Gianyar
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Sampai saat ini, jajaran Maposek Gianyar masih kelabakan soal dana tes darah yang menempel pada baju yang ditemukan di Pura Merajan Agung, Tegaltugu.
Tes untuk membuktikan darah apa sebenarnya yang menempel di baju tersebut menghabiskan dana hampir Rp 18 Juta. “Berdasarkan pengalaman dari penemuan bayo orok di Blahbatuh, untuk tes DNA-nya menghabiskan dana sampai Rp 18 Juta, karena kami tak ada biaya kami tak bisa melakukan tes darah yang menempel di baju, “ ungkap Kapolsek Kota Gianyar, AKP I Nyoman Suarnata seijin Kapolres ketika dimintai keterangannya terkait masalah menemuan baju kaos berlumur darah.
Untuk sementara, sambung Kapolsek, pihaknya hanya bisa mengantisipasi keamanan di wilayah tersebut. “ Kami hanya bisa mengantisipasi keamanan, supaya tak resahkan warga,“ ujarnya. Sementara itu, seperti diketahui sebelumnya, setelah Pura Dalem Siyut Gianyar pretimanya dibobol maling, kini giliran Warga Tegala Tugu yang geger, hal ini lantaran di Pura Merajan Agung setempat ditemukan baju kaos warna putih berisi lumuran darah.
Koas yang berisi nomor 77 itu tersangkut dibatang pohon yang terletak di pojok timur merajan yang diempon oleh 130 KK itu. Kejadian tersebut kontan membuat warga Tegal Tugu dan pengempon pura blingsatan. Kejadian tersebut selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Kota Gianyar. Tak lama berselang, petugas Mapolsek Kota turun ke lokasi.
Petugas ditemani seekor anjing pelacak. Dewa Suta, kelian Merajan Agung kepada Koran ini dilokasi menuturkan, kejadian tersebut kali pertama diketahui oleh Jero Mangku yang sedang menyapu di halaman pura. Saat berada di pojok timur pura, Jero Mangku kaget karena menemukan kaos berisi darah tersangkut diatas pohon.
Sebelumnya, hal serupa juga ditemukan di merajan alit milik Jero Mangku yang bersebelahan dengan Merajan Agung. Cuma, yang ditemukan adalah kain berisi darah. Bukan kaos seperti yang ditemukan di Merajan Agung. Selain di merajan alit Jero Mangku, kain berisi bercak darah juga ditemukan di rumah Dewa Ketut Wita yang rumahnya berdekatan dengan lokasi Pura Merajan Agung.
Dewa Putu Bakti, pengempon merajan yang rumahnya di sebelah timur pura mengaku tidak habis pikir dengan kejadian tersebut. “ Kita sekarang ingin mengetahui apakah darah yang terdapat di kaos tersebut darah manusia atau binatang,†ujarnya. Kendati dekat pura, Bakti mengaku tidak pernah melihat ada orang mencurigakan yang hendak datang ke pura sambil melempar kaos.
Di bagian lain, Dewa Made Laba, pemangku pura menegaskan, karena kejadian tersebut pangempon akan melangsungkan paruman untuk membahas prosesi selanjutnya. Pasalnya, sesuai keyakinan Hindu kejadian membuat palemahan pura cuntaka. “ Jelas ada upacara. Namun, sebelumnya harus lewat paruman semeton,†cetusnya.
Dari pengamatan, kondisi kaos terlihat baru. Anjing pelacak sempat berputar-putar di areal koas sebelum naik ke atas tembok pura selanjutnya turun di rumah pekarangan warga. Kini, barang bukti kaos diamankan di Mapolsek Kota sebagai barang bukti. (Art)
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6020 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2350 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan