Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 13 Agustus 2026
PPP Mengaku Diajak Koalisi PDIP Hadapi Pilpres 2024
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy alias Romy mengaku partainya telah diajak koalisi oleh PDIP guna menghadapi Pilpres 2024.
Romy mengatakan ajakan koalisi itu bahkan telah disampaikan PDIP sejak lama saat partainya masih dipimpin oleh Suharso Monoarfa. Ajakan itu kembali disampaikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto saat keduanya bertemu pada Rabu (1/3) lalu.
"Ajakan koalisi kepada PPP oleh Mas Hasto sebenarnya sudah lama, sejak Plt Ketum Pak Harso dan kemarin diulangi lagi waktu ketemu," kata Romy kepada CNNIndonesia.com, Rabu (7/3).
Romy menilai pembahasan soal koalisi antar partai sebagai hal yang yang wajar, apalagi pelaksanaan Pilpres 2024 juga semakin dekat.
Kepada dirinya, Hasto mengungkap alasan PDIP mengajak koalisi PPP. Pertama, menurut Romy, mantan Ketua Majelis Syariah DPP PPP, KH Maimoen Zubair pernah berpesan kepada Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar menjaga PPP.
"Ada amanat almarhum Mbah Maimoen, Ketua Majelis Syariah DPP saat saya menjadi Ketua Umum, sebelum wafat ke Bu Mega, agar PDIP ikut menjaga PPP," kata dia.
Kedua, PPP juga sempat bekerja sama dengan PDIP saat keduanya mengusung Mega-Hamzah pada Pilpres 2004. Bahkan terakhir kedua partai juga bekerja sama saat mengusung Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen di Pilgub Jawa Tengah 2018.
Taj Yasin adalah putra kedua Mbah Maimoen yang saat ini menjabat sebagai Wakil Gubernur mendampingi Ganjar.
"Sejarahnya ada zaman Mega-Hamzah maupun yang mutakhir di Jawa Tengah, Ganjar-Yasin," ucap Romy.
Namun, dia bilang komunikasi PPP dan PDIP saat ini masih dalam proses penjajakan. Sebab, PDIP saat ini masih tergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar dan PAN. Romy menyebut keputusan final soal itu akan diputuskan dalam Mukernas PPP yang akan datang.
"Tentu semuanya bersifat penjajakan karena saat ini PPP sudah di KIB bersama Golkar dan PAN. Keputusan final di Mukernas PPP pada saatnya," kata dia.
Hasto membenarkan dirinya sempat bertemu dengan Romy pada Rabu pekan lalu. Namun, dia tak mengungkap soal isi pertemuan.
Pertemuan itu digelar di kantor DPP PDIP yang bersebelahan dengan kantor PPP kawasan jalan Diponegaro, Jakarta Pusat.
"Kita kan saling bertemu dengan PPP, apalagi kita tetangga. Tinggal ketok pintu tetangga, kita bertemu," kata Hasto dalam keterangannya, Senin (6/3).(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4507 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2322 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1966 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1592 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1036 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun