Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 1 November 2026
Presiden Juga Pernah Dilarang Masuk AS
Rabu, 25 Oktober 2017,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ditolaknya Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo masuk ke Amerika Serikat (AS) kembali menyorot sistem imigrasi di negara tersebut. Selain Panglima TNI sejumlah petinggi bahkan Presiden negara lain juga pernah ditolak AS.
[pilihan-redaksi]
"Memang AS ini imigrasinya agak keras ya, bukan cuma sekelas Panglima, ada juga dulu beberapa Presiden yang dianggap negaranya bermasalah kan ditolak juga sama mereka. Maksud saya ini memang menjadi preseden (buruk) menurut saya," kata pengamat militer Muradi kepada INILAHCOM, Selasa (24/10/2017).
Namun Muradi tidak menyebut lebih lanjut Presiden negara mana yang pernah ditolak AS. Namun dalam catatan INILAHCOM, ada sejumlah negara yang warga negaranya memang dilarang masuk ke negeri Paman Sam tersebut.
Tak lama Donald Trump menjadi Presiden AS ke-45, raja properti dari Amerika tersebut langsung mengeluarkan kebijakan melarang warga negara dari tujuh negara Timur Tengah masuk AS. Ketujuh negara tersebut mayoritas merupakan berpenduduk muslim seperti, Suriah, Iran, Irak, Libya, Somalia, Sudan dan Yaman.
Di Indonesia, Jenderal Gatot juga bukan Jenderal TNI pertama yang pernah dilarang masuk wilayah AS. "Ada pak Wiranto, pak Makarim (Mayjen Purn Zacky Anwar Makarim), pak Prabowo (Subianto) dan sebagainya. Saya kira perlu dipahami begitu, bahwa kemudian menjadi masalah iya, karena ini mencederai pola hubungan diplomasi," tandasnya.
Seperti diketahui, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ditolak masuk ke AS sesaat akan berangkat menuju negeri Paman Sam tersebut Sabtu (21/10) pekan lalu. Meski sudah mengurus visa, penolakan tersebut disampaikan oleh maskapai Emirates kepada Jenderal Gatot.
Sedianya Panglima akan menghadiri undangan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat Jenderal Joseph F Dunford, dalam acara Chiefs of Defense Conference on Countering Violent Extremist Organization, pada 23-24 Oktober di Washington DC. Meski penolakan tersebut sudah dicabut, Panglima pun akhirnya urung untuk menghadiri kegiatan tersebut. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026