Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Pria Ini Tewas Terbentur Tabung Oksigen
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang pria di Korea Selatan tewas setelah terbentur tabung oksigen yang tersedot ke mesin Magnetic Resonance Imaging (MRI) di rumah sakit.
Pria ini adalah seorang pasien berusia 60 tahun yang dilarikan ke rumah sakit karena kejang. Korban yang belum dirilis identitasnya ini sedang dalam kondisi kritis dan dibawa ke ruang MRI untuk pemeriksaan.
Inspektur polisi Choi Tae-yong mengatakan sedang menyelidiki mengapa tangki oksigen dibawa ke ruang MRI.
"Kami akan menyelidiki insiden itu secara menyeluruh untuk menentukan apakah ada kesalahan manusia," kata petugas polisi itu pada South China Morning Post.
Dia menambahkan bahwa sistem pasokan oksigen bawaan mungkin tidak berfungsi, yang mengarah ke kebutuhan silinder eksternal.
Sementara itu, tidak ada kamera CCTV di ruang MRI di rumah sakit di kota selatan Gimhae ini.
Sesuai namanya, Magnetic Resonance Imaging (MRI) memiliki medan magnet yang sangat kuat hingga 60.000 kali lebih kuat dari planet ini.
Itulah sebabnya benda logam tak boleh diletakkan di sekitar mesin pemindai tersebut.
Siapa pun yang memasuki ruang MRI harus meninggalkan benda logam magnetik di luar, termasuk kunci dan perhiasan, menurut pedoman pemerintah Korea Selatan.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3446 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 922 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 845 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 684 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun