Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Proyek Titik Nol Singaraja, Dishub Buleleng Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Truk
BERITABALI.COM, BULELENG.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng mulai menyiapkan skema pengaturan lalu lintas untuk mencegah kemacetan selama proyek penataan titik nol Kota Singaraja. Fokus utama pengaturan ini adalah pembatasan pergerakan kendaraan besar seperti truk di pusat kota.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng, Gede Gunawan AP, Kamis (19/2), menjelaskan bahwa saat ini pengaturan lalu lintas masih dilakukan dengan sistem buka-tutup jalan karena pekerjaan proyek masih pada tahap awal pembongkaran.
Namun, ketika proyek memasuki tahap besar dan alat berat mulai beroperasi, arus kendaraan berat akan dialihkan ke jalur tertentu. Kendaraan besar dari arah Denpasar akan diarahkan menuju Catus Pata dan selanjutnya ke Jalan Gajah Mada.
Sementara itu, kendaraan besar dari arah Karangasem yang melintas melalui jalur Banyuning akan diarahkan ke Jalan Gajah Mada, kemudian ke Jalan Letkol Wisnu, dan berlanjut ke Jalan Dewi Sartika.
"Skema ini masih akan kami diskusikan dulu dengan pihak kepolisian dan forum lalu lintas agar penerapannya efektif," jelas Gunawan.
Meski dilakukan pengaturan, akses jalan di sekitar kawasan titik nol Singaraja dipastikan tidak ditutup sepenuhnya. Hal ini karena di sekitar lokasi proyek terdapat sekolah, rumah sakit, kantor, serta permukiman warga. Kendaraan kecil seperti mobil dan sepeda motor tetap diperbolehkan melintas dengan pengaturan petugas di lapangan.
Gunawan memperkirakan skema rekayasa lalu lintas tersebut mulai diterapkan dalam dua minggu ke depan atau saat alat berat mulai beroperasi di lokasi proyek.
Selain pengalihan arus, Dishub Buleleng juga akan melakukan penyaringan kendaraan di Terminal Penarukan. Truk yang datang pada jam sibuk kemungkinan diminta menunggu sebelum memasuki pusat kota. “Kalau lalu lintas padat, kendaraan besar akan ditahan dulu di terminal. Setelah jam sibuk selesai, baru boleh masuk ke wilayah kota,” ujarnya.
Sebanyak 30 petugas Dishub akan diterjunkan untuk mengatur lalu lintas selama proyek berlangsung secara bergantian demi menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.
Terkait pelaksanaan Car Free Day, Dishub memastikan kegiatan tersebut tetap berjalan seperti biasa setiap Minggu pukul 06.00–09.30 WITA. “Kami hanya membatasi kendaraan besar. Aktivitas masyarakat tetap kami prioritaskan agar tidak terganggu,” tandas Gunawan.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5923 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4645 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2612 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2269 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan