Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Puluhan Murid SD Belajar di Luar Kelas
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Puluhan murid SD 1 Semarapura Kaja Kangin, Klungkung tidak bisa belajar dengan baik karena ruangan kelas yang biasa mereka gunakan untuk belajar digenangi air. Air berasal dari bawah lantai,dari sebuah pipa air tua yang bocor.
Dalam 3 hari terakhir, puluhan murid kelas 5 dan 6 SD 1 Semarapura Kaja Kangin, Jalan Gajah Mada Klungkung belajar di teras sekolah. Ruang kelas yang biasa mereka tempati tergenang semburan air.
Genangan air berasal dari pipa PDAM yang pecah, yang berada persis di bawah lantai ruangan kelas.Awalnya pihak sekolah menyangka air tersebut berasal dari air hujan dari genteng yang bocor. Namun setelah diteliti air ternyata keluar melalui lantai ruangan kelas.
Genangan air mengganggu kegiatan belajar murid, karena dua ruangan kelas mereka tidak bisa dipakai untuk belajar. Atas peristiwa ini, para murid mengaku sangat terganggu.
Kita telah berupaya untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak PDAM setempat. Untuk proses belajar murid dilakukan secara bergantian menggunakan ruangan kelas yang tidak digenangi air,†kata Kepala SD 1 Semarapura, Ngakan Made Kasud Sidan.
Hingga saat ini pihak PDAM Klungkung tengah melakukan upaya perbaikan terhadap pipa yang bocor dan diperkirakan selesai Kamis pekan depan.(lan)
Reporter: bbn/ctg
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3451 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 922 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 846 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun