Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Puluhan Siswa Keracunan Gorengan Tempe

Kamis, 21 Oktober 2021, 14:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Puluhan Siswa Keracunan Gorengan Tempe

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, NTB.

Puluhan siswa sekolah MI Al Basiah Dusun Rembitan, Desa Mangkung, Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah mengalami gejala mual, muntah-muntah dan pusing, usai mengonsumsi gorengan tempe yang dibeli di salah satu pedagang dekat sekolah, Rabu (20/10) sekitar pukul 10.00 WITA. 

Akibat kejadian ini, sebanyak 22 orang  harus diinfus dan 13 orang menjalani observasi. Termasuk Maini Alias Inaq Sapoan (40 tahun) selaku penjual gorengan tempe juga ikut dirawat. 

Kapolres Lombok Tengah AKBP Hery Indra Cahyono melalui Kapolsek Praya Barat, AKP Heri Indrayanto membenarkan peristiwa tersebut. 

Dan menjelaskan asal mula kejadiannya bahwa sebelumnya pada jam istirahat siswa siswi MI AL Basiah berbelanja membeli gorengan tempe ditambah saos sambal yang dijual oleh Maini Alias Inaq Sapoan di halaman sekolah.

Berselang 15 menit setelah memakan gorengan tempe saos sambal, siswa/siswi tersebut merasakan gejala mual, muntah-muntah dan pusing. Sehingga akhirnya keluarga dan warga masyarakat melarikannya ke Puskesmas Mangkung untuk  mendapatkan perawatan medis.

"Diduga korban keracunan makanan setelah memakan gorengan tempe saos sambal yang sebelumnya dibeli dan dimakan," ungkap Kapolsek.

Pihak kepolisian telah mengamankan bahan-bahan pembuatan tempe goreng. Yakni berupa minyak bekas gorengan tempe, sisa minyak goreng kemasan merek Batik, sisa tempe goreng, sisa tepung, sisa tepung Rose Brand, sisa adonan tempe goreng, sambal saos, dan muntahan korban keracunan makanan.

Kapolsek juga menyampaikan tindakan yang diambil pihak kepolisian terkait permasalahan tersebut. Adalah dengan mengecek korban keracunan makanan ke PKM Mangkung, melakukan interogasi terhadap korban keracunan dan melakukan pengecekan identitas korban. 

Serta berkoordinasi dengan Kadus Rembitan untuk mendatangi TKP dan melakukan olah TKP keracunan dengan mengamankan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe goreng yang dijual dari Dapur penjual Maini Alias Inaq Sopian.

Koordinasi dengan Kapuskesmas Mangkung dan menyerahkan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan tempe goreng saos sambal termasuk muntahan korban keracunan untuk dilakukan uji Lab ke Dinas Kesehatan Lombok Tengah. Untuk mengetahui penyebab terjadinya keracunan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/lom



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami