Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Puskesmas Beroperasi 24 Jam di Jembrana Akan Ditinjau Ulang
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Kabupaten Jembrana saat ini sedang melakukan penghematan beban anggaran di Tahun 2022.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Jembrana I Nengah Tamba. Menurut Bupati Tamba, pihaknya akan meninjau ulang puskesmas yang beroperasi 24 jam karena menurut Bupati selain tidak efekif bisa menghemat pengeluaran uang daerah serta memberi tenaga kesehatan untuk beristirahat.
Adapun puskesmas yang beroperasi 24 jam ada 5 puskesmas, dan puskesmas tersebut pengoperasiannya rencananya dihentikan beroperasi selama 24 jam atas kebijakan Bupati Tamba di Tahun 2022 mendatang.
Saat jumpa pers dengan awak media, Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna mengatakan, setelah dievaluasi keberadaan Puskesmas yang buka 24 jam tahun depan akan ditinjau ulang.
"Puskesmas kedepan hanya cukup buka sampai pukul 14.00 WITA. Kita tidak memberlakukan lagi shift sore. Itu merupakan pemborosan anggaran. Shift sore siapa yang akan dilayani kadang-kadang tidak ada yang datang," terangnya.
Bupati Tamba menambahkan, pihaknya juga berencana menjadikan Puskesmas Pekutatan sebagai Puskesmas Pertama yang akan buka 24 jam.
"Hal tesebut nantinya untuk mengcover daerah disana yang dijadikan daerah wisata rest area tol," tutupnya.
Reporter: Humas Jembrana
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3447 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1315 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 922 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 845 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 685 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun