Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 3 Agustus 2026
Putin Ganti Menhan, Ahli Sebut Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Lama
beritabali.com/cnnindonesia.com/Putin Ganti Menhan, Ahli Sebut Sinyal Perang Rusia-Ukraina Akan Lama
BERITABALI.COM, DUNIA.
Para pengamat menduga langkah Presiden Vladimir Putin mengganti Menteri Pertahanan sebagai sinyal perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama.
Putin menunjuk ekonom senior sekaligus wakil perdana menteri Andrei Belousov mengganti posisi Sergei Shoigu. Keputusan ini terjadi tak lama usai Putin dilantik menjadi presiden.
Menanggapi keputusan itu, pendiri konsultan R.Politik Tatyana Stanovaya menilai Putin punya tujuan tertentu setelah reshuffle Menhan.
"Tujuan Putin adalah meningkatkan efektivitas produksi senjata dan memenuhi kebutuhan militer secara optimal," ujar Stanovaya.
Dia lalu berkata, "Dalam konteks ini, Belousov adalah pilihan yang logis."
Profesor Politik Rusia dari University College London, Ben Noble, juga punya penilaian serupa.
"[Putin] perlu beralih ke ekonomi perang dan belanja militer yang efisien, dan Andrei Belosuv salah satu pejabat ekonom paling terpercaya," kata Noble, dikutip AFP, Senin (13/5).
Noble juga mengatakan langkah Putin menunjukkan Kremlin tengah mempersiapkan Rusia untuk perang melawan Ukraina selama bertahun-tahun.
"Kesimpulan utamanya adalah Vladimir Putin bersiap melakukan konfrontasi jangka panjang dengan Barat," ungkap dia.
Pendapat senada juga muncul dari salah satu sumber dalam laporan media Rusia The Bell.
"Kesimpulan utama yang dapat diambil dari ekonom sipil kompeten yang mengepalai kementerian pertahanan yakni Kremlin secara konsisten mempersiapkan perang berkepanjangan dengan Ukraina," ujar sumber itu.
Namun, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov memiliki pendapat berbeda. Dia mengatakan Putin memilih Belousov untuk memastikan kementerian pertahanan terbuka terhadap "inovasi".
Rusia melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022. Selama invasi, Putin berulang kali menegaskan agar Barat tak ikut campur.
Hingga kini, tak ada tanda-tanda gencatan senjata Rusia-Ukraina meski banyak proposal perdamaian diajukan.
Terlepas dari penunjukan Menhan baru, sejumlah pengamat telah memprediksi perang Rusia-Ukraina akan berlangsung lama. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 342 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 273 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 216 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun