Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Putu Sri, Tepis Stigma Negatif Disc Jockey
Senin, 26 Desember 2016,
07:22 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Badung. Profesi Disc Jockey atau DJ tak lepas dari kehidupan dunia malam. Merupakan rahasia umum bahwa kehidupan malam identik dengan seks bebas, alkohol, dan obat terlarang. Namun DJ perempuan asli Karangasem ini berusaha menepis semua stigma negatif tersebut.
Walaupun DJ sebuah profesi yang semakin menjanjikan, banyak stigma yang kerap kali melekat di profesi seorang DJ. Sebagian masyarakat menilai dunia DJ dekat dengan narkoba dan pergaulan bebas.
Stigma negatif masyarakat terhadap profesi DJ ini diakui oleh seorang DJ perempuan asli Tista, Abang, Karangasem, Ni Putu Sri Yunastari atau yang kini dikenal dengan DJ Rieeana.
Saat ditemui di Beranda Mina Dalung belum lama ini, perempuan kelahiran 3 Oktober 1992 ini sedang mempersiapkan sebuah event yang akan digelar dalam waktu dekat di tempat tersebut. Kepada beritabali.com, Rieeana bercerita tentang bagaimana dia bisa terjun di dunia DJ.
"Saya tertarik menjadi DJ awalnya karena melihat performance (penampilan) DJ itu ok. Selain itu, profesi DJ cewek masih jarang di Indonesia dan Bali. Saya kemudian tertarik untuk belajar menjadi DJ,"ujarnya.
Setelah menyelesaikan pendidikan Diploma 1 Tata Hidangan, Rieeana kemudian mengikuti sekolah DJ selama 2 bulan di Princess Studio dengan instruktur dari Jakarta tahun 2011.
"Setelah vakum 1 tahun, saya kemudian mulai menjadi Resident DJ (DJ tetap) di Hotel Westin dan beberapa hotel lain di Bali, juga beberapa club di Indonesia. Saat ini saya main reguler di Fins Canggu, dan beberapa club, di Mall Level 21, Marriot Nusa Dua dan beberapa lokasi lainnya.
Selain tampil sebagai DJ Resident, Rieeana juga kerap tampil di acara pernikahan dan pesta pribadi.
"Untuk tampil reguler, saya dibayar Rp 600 ribu untuk penampilan selama dua setengah jam. Sementara acara atau event, minimal saya dibayar Rp 1,5 juta, tergantung event apa itu, durasinya satu sampai tiga jam, lebih dari itu ada biaya tambahan,"jelasnya.
Kini Rieeana semakin dikenal di dunia DJ. Penghasilannya sebagai seorang DJ juga sudah lebih dari cukup untuk DJ seusianya.
"Sukanya menjadi DJ banyak dikenal orang. Dukanya, banyak orang masih negatif kesannya terhadap DJ. Stigma negatif ini yang harus dibenahi,"ujar perempuan yang bercita-cita membuka studio Dj dan menjadi seorang event organizer.
Meski dekat dengan dunia malam, alkohol, obat obatan, dan pergaulan bebas, Rieeana mengaku berusaha menjauhi hal-hal negatif tersebut.
"Saya suka main di acara sunset atau event, bukan di club, saya tidak suka alkohol dan tidak merokok, dari dulu sampai sekarang,"ujarnya.
Rieeana mengajak generasi muda di Bali untuk mulai melirik dunia DJ sebagai profesi. Apalagi profesi ini menjanjikan penghasilannya yang besar jika dijalani dengan tekun.
"Orang tua dan keluarga saya tahu profesi DJ yang saya jalani, dan mereka mendukungnya," tutupnya. [bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1464 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1105 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 951 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 846 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026