Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Putu Supadma Dorong Pembukaan Pariwisata Bali Perlahan
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI, I Putu Supadma Rudana menyatakan perekonomian Bali sejak pandemi covid-19 mengalami trend yang negatif.
Sejak pandemi covid-19 mewabah awal tahun 2020, sektor pariwisata yang selama ini menjadi handalan perekonomian Bali sangat terpuruk. Persoalan ini menjadi perhatian serius. Tidak hanya dari pelaku pariwisata dan pemerintah daerah, namun juga kalangan legislator asal Bali di Senayan.
I Putu Supadma Rudana yang juga sebagai Anggota DPR RI dari fraksi Demokrat mengatakan, Bali dalam lima triwulan terkahir mengalami kontraksi yang dalam, double digit. Terkait pemulihan periwisatan dan perekonomian di Bali, pihaknya mengaku paling gotol menyuarakan di DPR RI.
“saya paling keras berbicara, paling keras menggaungkan ini di DPR RI. Selalu dalam rapat paripurna saya ingatkan pimpinan dan Anggota lain,” ungkapnya Selasa (31/08/2021) di sela sela pertemuan dengan Bupati Tamba.
Terkait pemulihan pariwisata dan perekonomian di Bali, pihaknya menyatakan hal itu domain dari pemerintah, “Kami di DPR adalah mengawasi. Kami harus menekan terus,” imbuh Supadma Rudama.
Menurutnya untuk membuka pariwisata, harus diketahui terlebih dahulu kondisi penyebaran covid-19 terkendali. “sekarang kan PPKM, level 1, 2, 3 dan 4. PPKM ini haru juga terkendali dulu,” jelasnya.
Pihaknya mendorong pariwisata segera di Buka kendati secara perlahan. “Kalau bisa yang namanya travel buble. Ada daerah yang sudah zona hijau, kita harus buka,” ujarnya.
Langkah ini menurutnya penting untuk pemulihan ekonomi Bali.
“Bali tanpa pariwisata berat. Kami mendorong terus tapi kebijakan itu bukan di kami, tapi di eksekutif. Itu yang kami suarakan, peran kami mengawasi dan memberikan masukan, kebijakan kembali ke pemerintah pusat. Mungkin sampai mereka bosan mendengar,” terangnya.
Namun melihat kondisi pandemi yang melanda semua negara, pihaknya tidak memberikan deadline untuk pemulihan pariwisata Bali,
“Kami mengerti tidak hanya Indonesia, tapi dunia juga mengalami. kami tidak berikan deadline karena itu domain pemerintah,” tegasnya.
Khususnya di Kabupaten Jembrana, meskipun di masa pandemi covid-19, akan tetapi ekonominya mengalami tren positif. Ekonomi di daerah lain di Bali sudah negatif, sedangkan Kabupaten Jembrana masih tumbuh positif, artinya menjadi inspirasi di Bali untuk sustainable ekonomi.
Sementara daerah pariwisata turun, Jembrana sudah fokus pada perikanan, kelautan dan pertanian yang menopang perekonomian tidak mengalami kontraksi negatif. Jembrana fokusnya diversifikasi yang menopang ekonomi sangat solid.
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3972 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1382 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 936 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 862 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 734 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun